Bencana Banjir Kotim Bertambah Menjadi 7 Kecamatan

  • Bagikan
Bencana Banjir Bertambah Menjadi 7 Kecamatan

SAMPIT/TABENGAN.COM-  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menyebut bahwa bencana kembali menimpa dua kecamatan, dan menambah daftar baru wilayah yang terdampak banjir.
“Perkembangan banjir yang ada di Kotim dari enam kecamatan menjadi tujuh kecamatan. Karena daerah utara yakni kecamatan Bukit Santuai, Mentaya Hulu, Telaga Antang, Antang Kalang, dan lainnya menjalar ke Kecamatan Kota Besi, Desa Hanjalipan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Muhammad Yusuf, Senin (6/9) kemarin.
Yusuf mengatakan, di Desa Hanjalipan kenaikan air sangat signifikan mengingat letak geografisnya berada di dataran rendah. Selain hujan, luapan sungai juga menjadi salah satu penyebab tingginya volume air.
“Untuk air di daerah utara, sekarang sudah mulai surut. Bantuan kepada tujuh kecamatan terdampak banjir juga terus disalurkan langsung ke lokasi, selain dari pemerintah ada pula dari pihak swasta,” tutur Yusuf.
Pemerintah provinsi juga telah mendisitribusikan bantuan kepada warga yang jadi korban. Adapun bantuan tersebut, yakni berupa sembako, obat – obatan, keperluan untuk bayi, serta keperluan ibu – ibu, dan balita.
“Data saat ini dari tujuh kecamatan tersebut, ada 4900 KK yang terdampak atau jika total ada sekitar di atas 10 ribu jiwa,” sebutnya.
Sementara, Pemerintah tidak mendirikan  tenda pengungsian maupun dapur umum, karena warga lebih banyak memilih mengungsi ke tempat keluarganya yang tinggal di tempat lebih tinggi.
Untuk ketinggian air sendiri, saat ini Desa Hanjalipan tercatat paling parah, karena ketinggian air mencapai dua meter. Sedangkan yang telah surut di Kecamatan Mentaya Hulu.
“Sekarang di Mentaya Hulu sudah mulai surut. Sebelumnya ketinggian air 1,5 meter  sekarang ketinggian sudah sekita setengah meter,” tandasnya. PRAS

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *