Kesal, Alman Pertanyakan Fungsi Jembatan Timbang

  • Bagikan
Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya Alman Pakpahan

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM Sejumlah ruas jalan di Palangka Raya terus dilakukan perbaikan, demi memberikan rasa nyaman dan aman bagi masyarakat. Namun, kerusakan jalan tak dapat dihindari karena tingginya arus lalu lintas dan mobilitas masyarakat.

Terlepas dari tingginya mobilitas tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya Alman Pakpahan kesal dengan kendaraan yang overloading atau kelebihan muatan.

Alman menyebut, kendaraan yang kelebihan muatan atau overloading memiliki dampak buruk bagi kondisi jalan, khususnya jalan di Palangka Raya. Sebagai contoh, beberapa waktu lalu terdapat kendaraan pengangkut barang milik salah satu instansi di Jalan G Obos Palangka Raya karena kelebihan muatan, membuat jalan menjadi amblas.

Rusaknya jalan, kata Alman, seperti jalan yang amblas sudah tentu menambah pekerjaan pemerintah untuk dilakukan perbaikan, walaupun mungkin diperbaiki oleh instansi itu. Namun demikian, kendaraan dengan muatan yang tidak sesuai dengan kapasitas ini menjadi pertanyaan, mengapa bisa lolos di jembatan timbang.

“Seharusnya kendaraan-kendaraan pengangkut barang itu dilakukan penimbangan di jembatan timbang. Tujuannya untuk memastikan kendaraan barang yang masuk ke Kalteng umumnya, Palangka Raya khususnya sesuai dengan standar. Namun, diketahui ternyata kendaraan barang yang masuk Palangka Raya overloading. Ini menjadi pertanyaan, apa fungsi jembatan timbang?” kata Alman, Minggu (5/9).

Apabila memang jembatan timbang berfungsi, lanjut Alman, tentunya kendaraan yang masuk Palangka Raya akan standar, dan jalan yang ada akan mampu menahan beban dari kendaraan tersebut. Kenyataannya, kendaraan kelebihan muatan, sehingga membuat jalan menjadi rusak dan amblas. Kendaraan yang menyebabkan jalan amblas, akhirnya menimbulkan kemacetan bagi pengendara lainnya.

Kemacetan yang ditimbulkan, urai Alman, membuat petugas melakukan pemeriksaan kelengkapan kendaraan berupa uji KIR. Karena uji KIR ada, dan masih berlaku, maka kendaraan tidak dilakukan penindakan berupa penahanan. Masalah kemacetan, menjadi kewenangan pihak kepolisian untuk mengambil tindakan.

Tetap saja, ungkap Alman, apa yang menjadi fungsi jembatan timbang? Mengapa kendaraan yang kelebihan muatan, bisa melintas dan masuk Palangka Raya? Apakah jembatannya berfungsi, atau seperti apa? ded

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *