Jembatan Jelai Segera Terhubung ke Kalbar

  • Bagikan
PEMBANGUNAN DILANJUTKAN - Bupati Sukamara H Windu Subagio berkoordinasi masalah jembatan penghubung antara Kabupaten Sukamara dan Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) yang dibangun sejak 2015  di kawasan Sungai Jelai akan segera terhubung.ISTIMEWA

SUKAMARA–  Jembatan penghubung antara Kabupaten Sukamara dan Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) yang dibangun sejak 2015  di kawasan Sungai Jelai akan segera terhubung.

Bupati Sukamara H Windu Subagio mengatakan, dilanjutkannya pembangunan Jembatan Jelai ini adalah berkat usaha dan doa semua, sehingga pada hari ini apa yang telah diperjuangkan menjadi kenyataan.

Alhamdulillah Pemerintah Provinsi Kalteng telah mengucurkan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk penyelesaian pembangunan satu bentang jembatan sepanjang 25 meter dan oprit,” ungkap Windu di Sukamara, pekan lalu.

Windu mengemukakan, tahun ini Kabupaten Sukamara akan membangun satu bentang jembatan dan oprit yang dananya bersumber dari provinsi. “Jadi anggaran dari provinsi Rp10 miliar untuk pembangunan di tahun ini sudah masuk dan sudah mulai kita kerjakan,” katanya lagi.

Selanjutnya, dari hasil pertemuan Pemkab Sukamara dan Pemkab Ketapang, Pemkab Ketapang siap membangun badan jalan hingga ujung jembatan. Kemudian, sebagian pembangunan akan melibatkan pihak perusahaan dari dana CSR.

“Proses pembangunan badan jalan nantinya akan melibatkan perusahaan yang ada di wilayah mereka, dan Pemkab Ketapang juga sudah berkoordinasi,” ujar Windu.

Dia juga mengharapkan para pengusaha baik yang berdomisili di Sukamara  maupun yang melakukan aktivitas pekerjaan di wilayah kabupaten dapat mengambil contoh tersebut.

Dikatakan, apabila mengharapkan semua dari pemerintah, mustahil pembangunan Jembatan Jelai ini dapat segera terealisasi. Padahal, jembatan ini sangat diperlukan warga, khususnya masyarakat Sukamara dan Ketapang.

Melalui kepedulian dan partisipasi dari semua pihak, diharapkan dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Terlebih saat ini negara dalam kondisi dilanda pandemi Covid-19, keuangan pemerintah difokuskan untuk penanggulangannya dan pemulihan ekonomi,” katanya.

Windu berharap, dengan dilanjutkannya pembangunan Jembatan Jelai di tahun 2021, maka manfaatnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat dari 2 kabupaten tersebut.

“Mudah-mudahan ini bisa berjalan sesuai apa yang kita harapkan, supaya masyarakat yang ada di Kalteng dan Kalbar bisa berfungsi sebagaimana mestinya, dan ini bisa mempermudah akses masyarakat,” ucapnya. c-jt

Penulis: JAMUS Editor: DKA
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *