Banjir Pulpis dan Katingan Kian Parah

  • Bagikan
ANGKUT KAYU - Sebuah truk mengangkut kayu log terjebak banjir di Bukit Rawi.  Tampak Debit air Banjir Katingan terus meningkatISTIMEWA

*Debit Air naik 40 Cm, Ratusan Kendaraan Terjebak 3 Km 

*Sudah Seminggu Tinggal di Tenda Darurat

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Desa Bukit Rawi, Pulang Pisau, kian parah terdapat ratusan kendaraan terjebak macet sekitar 3 kilometer di Jalan Trans Kalimantan poros tengah akibat banjir setinggi 40 cm, Jumat (3/9/).

Kemacetan semakin parah setelah sejumlah truk pengangkut barang terperosok di jalan berlubang. Akibatnya sejumlah pengendara harus menunggu lama untuk bisa melintas.

Puluhan personel gabungan Satlantas Polres Pulang Pisau dan Polsek Kahayan, Polda Kalteng, Pemprov dan dari Pemkab Pulang Pisau dibantu instansi terkait diterjunkan ke lokasi.

Alat berat dikerahkan untuk mengevakuasi truk yang terperosok di lubang. Pengendara kendaraan roda empat tampak berani melewati jalan yang tergenang banjir.

Namun pengendara roda dua memilih menyewa perahu untuk mengangkut motor mereka melintasi jalan.

Banjir yang menggenangi Jalur Trans Kalimantan di poros tengah ini sudah terjadi empat hari. Selain karena curah hujan tinggi, Sungai Kahayan yang berada di jalur Trans Kalimantan meluap.

Sementara itu, dalam video seorang warga yang kebetulan melintas di kawasan banjir menggukan perahu klotok melihat sebuah truk terbalik. Terdengar dialog dengan temannya mengatakan truk terbalik mengangkut kayu “muatanya berat, pantes jalan cepat rusak”bicara warga tersebut.

Banjir Katingan Parah

Musibah banjir yang terjadi di Kabupaten Katingan nyatanya berdampak cukup besar bagi warga. Sejumlah warga bahkan harus mengungsi di tenda karena tempat tinggalnya terendam banjir.

Seperti yang dialami warga di Jalan AMD, Kelurahan Kasongan Baru, Kecamatan Katingan Hilir, Katingan. Sudah seminggu sejumlah warga harus mengungsi ke tenda darurat yang didirikan oleh BPBD setempat.

Banjir yang terus menggenangi tempat tinggal tak memungkinkan bagi warga untuk tinggal di dalam rumah.

Yanti (36), salah satu pengungsi, mengatakan, banjir yang terjadi kali ini cukup parah jika dibandingkan dengan banjir tahun lalu. Kedalaman air mampu mencapai di bawah lutut saat masuk ke rumah.

“Paling parah dari tahun lalu, ini sudah seminggu tinggal di tenda. Kalau tahun lalu cuma sekitar 4 hari saja,” katanya.

Warga pun sangat membutuhkan sembako dan obat-obatan untuk bisa diberikan.

“Yang pasti perlu sembako karena susah mencarinya. Kemudian juga obat-obatan, karena sempat gatal-gatal,” urainya.

Senada, Sinarti (42) menuturkan, banjir memang sempat surut selama sehari. Namun, kembali terjadi dan terjadi hingga saat ini.

“Kita ini pedagang di Pasar Hurung. Karena pasar juga terendam, kita harus pindah ke jalan. Rumah juga terendam dan harus mengungsi,” jelasnya.

Sementara, Kapolres Katingan AKBP Sonny menuturkan, sejauh ini terdapat 150-200 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir musiman.

Banjir paling parah terdapat di Kelurahan Kasongan Baru, Kasongan Lama dan di Desa Tewang Kedamba dan Tumbang Liti.

“Sebagian warga memang ada yang terisolir. Warga membutuhkan bahan pokok dan kebutuhan sehari-hari. Tidak ada evakuasi warga, namun posko dan dapur umum sudah dibangun,” jelasnya.

Banjir Susulan

Musibah banjir di Kecamatan Bukit Raya dan Katingan Hulu sudah sampai ke wilayah Kecamatan Pulau Malan.  Diketahui, banjir di wilayah Kecamatan Pulau Malan merupakan banjir kiriman dari Kecamatan Bukit Raya dan Katingan Hulu serta Marikit.

Camat Marikit Siuntas saat dikonfirmasi mengakui di  daerahnya saat ini juga mulai kebanjiran. Misalnya di Tumbang Hiran, Ibu Kota Kecamatan Marikit.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Katingan Roby membenarkan saat ini banjir kembali melanda sejumlah wilayah kecamatan di bagian hulu atau utara Katingan.

Roby mengakui saat ini banjir di wilayah hilir seperti Katingan Hilir,  Tasik Payawan dan Kecamatan Kamipang masih berlangsung. Namun, untuk Kecamatan Katingan Hilir sudah ada penurunan dibanding sebelumnya. fwa/c-dar

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *