Pemilihan Duta Tambun Bungai Digelar 17 September

  • Bagikan
Alex Chandra

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Pandemi Covid-19 tidak membuat generasi muda kehilangan prestasi dan bakat yang dimiliki. Bakat di bidang seni budaya menjadi salah satu yang terus dikembangkan, salah satunya melalui ajang Pemilihan Duta Tambun Bungai (PDTB) tahun 2021. Kegiatan PDTB tahun 2021 dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaaan dan Olah Raga (Disparbudpora) Palangka Raya.

Ketua Panitia PDTB Alex Chandra mengatakan, PDTB 2021 akan dilaksanakan pada 17-18 September mendatang di UPT Taman Budaya Kalteng. Terdapat 10 pria dan 10 wanita dari berbagai daerah di Kalteng yang sudah mendaftar untuk mengikuti pemilihan.

Pendaftaran, kata Alex, dilakukan secara daring atau online melalui jalur yang sudah diberikan. Hasilnya, antusias yang cukup tinggi ditunjukkan oleh para generasi muda untuk ambil bagian dalam pemilihan ini nantinya. Meskipun pendaftaran secara daring sudah ditutup, tapi itu tidak memastikan jumlah peserta yang ambil bagian.

“Selesai mendaftar secara daring, peserta diwajibkan untuk menyerahkan kelengkapan berkas pendaftaran secara langsung. Hasil verifikasi berkas inilah yang nantinya menentukan jumlah peserta yang berhak mengikuti pemilihan. Sementara, data yang masuk memang masih 10 pria dan 10 putri yang sudah secara resmi mendaftar secara daring,” kata Alex di Palangka Raya, Kamis (2/9).

Berdasarkan ketentuan, lanjut Alex, para calon Duta Tambun Bungai adalah peserta dengan usia 16-23 tahun. Mereka yang mengikuti pemilihan adalah warga negara Indonesia yang berdomisili di Kalteng. Para peserta nantinya wajib menyerahkan kelengkapan berupa identitas dan syarat lainnya dengan tetap mengedepankan disiplin protokol kesehatan.

Berkas peserta, kata Alex, terakhir dikumpulkan pada 4 September 2021. Artinya masih ada waktu beberapa hari bagi peserta untuk dapat memenuhi persyaratan dimaksud. PDTB tahun 2021 juga diikuti oleh sejumlah peserta dari luar Palangka Raya, di antaranya peserta dari Kabupaten Katingan, Kabupaten Pulang Pisau, dan Kabupaten Gunung Mas.

 

Penulis: DedyEditor: Haris Lesmana
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *