Kesehatan Masyarakat Kalteng Belum Aman

  • Bagikan
Ketua Cabang PAEI Kalteng Rini Fortina SKM MKes

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Status kesehatan masyarakat Kalimantan Tengah pada pandemi Covid-19 berdasarkan data mingguan mulai terkendali, tapi belum aman. Berdasarkan laporan data kasus dari 14 kabupaten/kota di minggu ke-78, terjadi penurunan kasus konfirmasi maupun kematian.

Kendati ada penurunan kasus berdasarkan data laporan mingguan, 23-29 Agustus yang kemudian dianalisis oleh Satgas Penanggulangan Covid-19 Kalteng, Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng dan Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indoneia (PAEI) Cabang Kalteng, direkomendasikan tetap perlu kewaspadaan karena penurunan kasus dan status kesehatan bersifat dinamis, tergantung protokol kesehatan dan 3T secara konsisten.

“Kalau dari data mingguan kita bisa lihat kondisi di Kalteng mulai terkendali, tapi belum aman. Perawatan harian cenderung mulai menurun dengan signifikan, kesembuhan harian semakin meningkat dengan signifikan dalam 14 hari ini. Tetap waspada karena kasusnya turun, tapi dinamis tergantung prokes dan 3T,” kata Ketua PAEI Cabang Kalteng Rini Fortina SKM MKes, Rabu (1/9).

Kasus konfirmasi mingguan menurun 43,3 persen kasus baru dari minggu sebelumnya. Jumlah kesembuhan juga lebih tinggi dari jumlah kasus konfirmasi sebesar 4,7 persen. Sementara perbandingan bulanan, pertumbuhan kasus positif konfirmasi 108,3 persen dibandingkan Juli dan kesembuhan 158,9 persen dibanding pada Juli.

Laju penularan per 100 ribu penduduk tertinggi di Kabupaten Barito Timur dan Kota Palangka Raya. Sementara Kalteng laju penularannya 50-51 orang per 100 ribu penduduk, melambat 50,6 persen dari minggu sebelumnya.

Sementara itu, tren kematian mingguan menurun 19,1 persen dengan rata-rata kematian 7-8 per hari. Perbandingan kasus kematian bulanan masih tinggi jumlahnya Agustus dibandingkan dengan Juli. Angka kematian sampai 29 Agustus sebanyak 385 atau 91,2 persen. Kematian harian masih terlihat meningkat dalam 7 hari ini. Indikasi jumlah testing dan tracing yang berkurang, sinyal bahwa penurunan kasus konfirmasi menjadi tidak stabil.

Pada pertumbuhan kasus bulanan dan kesembuhan terlihat hampir sama banyak berarti hampir semua kasus dapat disembuhkan. Walaupun jumlah kasus baru dan kesembuhan lebih banyak dari bulan sebelumnya, sehingga perlu dievaluasi kembali.

Dijelaskan, penurunan level PPKM hanya bisa dilakukan jika kapasitas respons daerah cukup baik berupa menurunnya positif rate, tingginya jumlah testing dan tracing, peningkatan jumlah testing spesimen yang signifikan.yml

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *