KLHK, Kalteng Alami Penurunan Tutupan Hutan 2,3 Persen

  • Bagikan
ILUSTRASI Penurunan Tutupan Hutan HILANG

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM  – Kalimantan Tengah adalah salah satu provinsi di Indonesia yang berada di pulau Kalimantan dengan jumlah penduduk sekitar 2,5 juta jiwa. Luas wilayah kurang lebih 15,4 juta hektar dimana 13,0 juta hektar berupa hutan dan 2,7 juta hektar berupa lahan gambut.

Pada 24 April 2021 Kementerian Lingkungan Hidup dan Lingkungan (KLHK) mencatat, Pulau Kalimantan mengalami penurunan persentase luas tutupan hutan sepanjang 2015-2018. Kalimantan Tengah menjadi provinsi yang paling banyak mengalami penurunan tutupan hutan dalam tiga tahun tersebut, yakni sebesar 2,3%.

Posisinya disusul oleh Kalimantan Selatan yang tutupan hutannya berkurang 1,6%. Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara juga mengalami pengurangan tutupan hutan sebesar 1,3%. Sementara, tutupan hutan di Kalimantan Barat berkurang 1,1%.

Selain berkurangnya tutupan hutan, Kementerian KLHK mencatat angka deforestasi netto di Kalimantan mencapai 744.367 hektare sepanjang 2015-2018. Konversi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit dan industri kayu menjadi salah satu penyebab masifnya deforestasi di Borneo.

Sebaran Kawasan hutan di Kalteng tahun 2019 mencapai kurang lebih 12 juta hektare. Mulai dari hutan lindung, Kawasan pelestarian, hutan produksi, dan konversi. Jumlah itu diperkirakan semakin berkurang seiring terus berkembangnya area perkebunan dan pertambangan di Kalteng. Data terakhir dari Dinas Perkebunan, luas perkebunan di Kalteng mencapai 2 juta hektare. Jumlah itu belum ditambah dari bidang pertambangan.

Direktur Eksekutif Walhi Kalteng Dimas Hartono menyebutkan, mengamati kondisi hutan yang ada di Kalteng ini, dari data yang ia miliki, kawasan hutan di Kalteng ada sekitar 15 juta hektare, 80 persen sudah alih fungsi ke sektor perkebunan, pertambangan dan sektor industri kehutanan. Bukan tidak mungkin, ke depan, jumlah luasan hutan akan semakin berkurang. “Apabila berbicara parah, hampir seluruh wilayah Kalteng itu (hutan, red) parah. p-com/d-com/ menlhk.go/ist.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *