17.759 Jiwa di 7 Kabupaten Terdampak Banjir

  • Bagikan
BANJIR-  Ruas jalan antara Kasongan dan Kereng Pangi Kabupaten Katingan terendam banjir, Jumat (27/8).TABENGAN/ARIS MUNANDAR

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Hujan intensitas tinggi yang terjadi belakangan ini, membuat Kalimantan Tengah (Kalteng) dikepung banjir. Setidaknya ada 7 kabupaten: Lamandau, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Seruyan, Pulang Pisau, Gunung Mas dan Katingan saat ini diterjang banjir.

“Perkembangan terkini banjir yang terjadi di 7 kabupaten di Kalteng yaitu sebanyak 23 kecamatan dan 123 kelurahan/desa dengan jumlah 12.006 Kepala Keluarga (KK) dan 17.759 jiwa yang terdampak, dan sebanyak 109 KK dan 49 jiwa yang mengungsi,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBPK Kalteng Erlin Hardi, Jumat (27/8).

Dijelaskan Erlin, banjir di Kabupaten Lamandau terjadi di Kecamatan Bulik Timur, Belantikan Raya dan Bulik. Di Kotawaringin Barat terjadi di Kecamatan Arut Utara. Di Kotawaringin Timur terjadi di Kecamatan Telaga Antang, Mentaya Hulu, Bukit Santuai, Antang Kalang dan Tualan Hulu.

Selain itu, di Kabupaten Seruyan terjadi di Kecamatan Seruyan Tengah dan Seluluk. Di Kabupaten Pulang Pisau terjadi di Kecamatan Banama Tingang. Di Kabupaten Gunung Mas terjadi di Kecamatan Kahayan Hulu Utara, Damang Batu, Kahayan Hulu, Tewah dan Kurun.

Di Kabupaten Katingan terjadi di Kecamatan Katingan Tengah, Sanaman Mantikei, Marikit, Pulau Malan, Petak Malai, Tewang Sangalang Garing dan Katingan Hilir.

“Akibat banjir yang terjadi ini telah merendam rumah-rumah warga, fasilitas umum seperti jalan dan jembatan. Selain itu, terdapat juga perkantoran, rumah ibadah, sekolah dan fasilitas kesehatan lainnya,” jelasnya.

Untuk kendala yang dihadapi saat ini, ujar Erlin, beberapa titik akses jalan yang terputus dan hanya dapat menggunakan perahu kecil/getek bagi pengguna jalan. Jarak tempuh antardesa terdampak banjir yang cukup jauh sekitar 2-3 jam dan juga terkendala di jaringan sinyal telekomunikasi.

“Kebutuhan yang mendesak dan sangat dibutuhkan saat ini air bersih, sandang, pangan, kesehatan, kebutuhan bayi/anak kecil dan wanita,“ tuturnya.

Dia menjelaskan, untuk kondisi warga yang terdampak banjir saat ini, sebagian dari mereka telah mengungsi ke rumah sanak keluarganya dan juga ada yang mengungsi ke Kantor Camat/BPBD setempat. Dari pihak kecamatan dan tim medis melakukan pemantauan kesehatan terhadap warga. Selain itu, di beberapa desa yang terdampak banjir, air sudah mulai surut dan masih ada desa yang mengalami kenaikan debit air. drn

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *