KALTENG DIKEPUNG BANJIR

  • Bagikan
BANJIR-  Ruas jalan antara Kasongan dan Kereng Pangi Kabupaten Katingan terendam banjir, Jumat (27/8).TABENGAN/ARIS MUNANDAR TENGGELAM- Banjir di Desa Penyahuan, Kecamatan Bukit Santuai, Kotim yang tingginya mencapai dada orang dewasa.ISTIMEWA NYARIS TENGGELAM - Kantor PWI Katingan juga hampir tenggelam. Padahal letaknya di Jalan Trans Kalimatan, yakni di Jalan Tjilik Riwut  kilometer 2 Kasongan atau 500 meter dari kantor Bupati Katingan.TABENGAN/ARIS MUNANDAR BUNTUH BANTUAN - Banjir masih terjadi di Kecamatan Arut Utara, semua desa terendam banjir, dan masyarakat yang terdampak banjir mencapai 1.517 jiwa. Guna meringankan beban, tim gabungan mulai menyalurkan paket sembako dan obat obatan, Jumat (27/8).ISTIMEWA MENOLONG - Petugas dari BPBD Lamandau membantu masyarakat menyeberang jalan yang terendam banjir. ISTIMEWA BANJIR  - Sekolah dasar di Katingan terendam air.TABENGAN/ARIS MUNANDAR

KASONGAN/TABENGAN.COM- Banjir yang melanda Kabupaten Katingan meluas hingga memasuki Ibu Kota Kasongan. Sejumlah perumahan warga yang berada di bantaran Sungai Katingan turut terendam dengan ketinggian air bervariasi. Sementara berdasarkan pantauan, jalan menuju Kasongan-Kereng Pangi juga terendam air.

Di Kecamatan Pulau Malan, sekitar 14 desa yang masuk wilayah Kecamatan Pulau Malan, Kabupaten Katingan, sudah terendam banjir.

Camat Pulau Malan Paulus H Victor kepada sejumlah media, Kamis (26/8), menyampaikan, di 14 desa tersebut jumlah tempat tinggal atau rumah yang sudah terendam ada sekitar 891 unit.

Selain itu, banjir juga merendam fasilitas publik seperti tempat ibadah, semuanya berjumlah sekitar 20 unit, bangunan sekolah 19 unit, perkantoran 13 unit, fasilitas kesehatan 5 unit dan Pos PPKM 10 unit.

Sementara itu, Camat Tasik Payawan Yansen saat dikonfirmasi membenarkan saat ini banjir sudah sampai ke daerah yang dipimpinnya. Terutama di Desa Luwuk Kanan dan Luwuk Kiri.

Bencana banjir di Kabupaten Katingan ternyata bukan hanya di wilayah hulu seperti di Kecamatan Pulau Malan, Katingan Tengah, Katingan Hulu dan Marikit, tapi sudah berimbas ke hampir semua wilayah kecamatan se-Katingan.

Camat Sanaman Mantikei Andrei, Jumat (27/8), mengatakan, 14 desa yang masuk wilayah Kecamatan Sanaman Mantikei, semuanya terkepung banjir. Bukan hanya ruas jalannya, tapi ribuan rumah penduduknya pun ikut terendam.

Berdasarkan data yang diinventarisirnya, jumlah rumah penduduk yang terendam sampai berita ini diturunkan mencapai 1.450 unit.

Terkait dengan musibah banjir ini, Bupati Katingan Sakariyas menggelar rapat penanggulangan bencana banjir bersama instansi terkait, Jumat.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Katingan yang diperoleh dari masing-masing kecamatan, korban banjir saat ini sekitar 8.500 Kepala Keluarga (KK).

Banjir Kotim Belum Surut

Akibat curah hujan cukup tinggi, sejumlah rumah warga di 5 kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) semenjak tanggal 23 Agustus lalu, hingga kini masih terendam banjir dan belum juga surut.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Yephi Hartadi menyebut, 5 kecamatan yang terkena banjir adalah Telaga Antang, Mentaya Hulu, Bukit Santuai, Antang Kalang dan Tualan Hulu.

“Berdasarkan hasil survei kami, ada 34 desa dan 1 kelurahan yang masih terendam banjir. Sekitar 3.400 Kepala Keluarga (KK) yang terendam air dan butuh bantuan,” ujarnya, Jumat.

Dia menambahkan, selain rumah warga, 3 sekolah dan 1 Puskemas di Desa Penyahuan ikut terendam banjir. Sementara, untuk volume air belum ada penurunan signifikan, lantaran cuaca  masih terkadang mendung bahkan hujan sesekali.

“Untuk banjir yang paling parah di Kecamatan Bukit Santuai dan Mentaya Hulu. Di sana debit airnya melebihi dada orang dewasa, atau sekitar 1,5 meter,” ungkap Yephi.

Pihaknya telah menyalurkan bantuan berupa paket sembako dan  beras kepada masyarakat yang memerlukan pasokan makanan.

“Kami dari BPBD juga memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Kami khawatirkan ada masyarakat yang terserang penyakit karena banjir ini. Saya minta doanya kepada masyarakat agar banjir cepat surut,” tandasnya.

Puluhan KK di Lamandau Terdampak

Hujan dengan intensitas sedang sampai lebat yang terjadi di wilayah Kabupaten Lamandau, beberapa hari terakhir, menyebabkan debit air semakin naik.  Akibatnya, puluhan KK di wilayah Kecamatan Bulik Timur, Belantikan Raya dan Bulik juga mulai terdampak banjir.

Dari hasil pendataan sementara yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau, di Kecamatan Bulik Timur ada 18 KK mulai terdampak banjir. Begitu pula dengan warga di Kecamatan Belantikan Raya, tercatat ada 15 KK.

Dari jumlah tersebut, 6 KK di antaranya terpaksa mengungsi akibat rumahnya terendam banjir parah.

Sementara, saat dikonfirmasi wartawan di kantornya, Lurah Nanga Bulik Tania Pingkan mengatakan, dari laporan Ketua RT dan pengecekan langsung ke lapangan, ada sekitar 33 KK yang mulai terdampak banjir.

“Pagi ini, sudah ada 33 KK yang terdampak banjir, yakni warga di lingkungan RT 10, 8, 7 dan RT 1. Tadi pagi juga ada 2 KK yang mengungsi di tribun lapangan Kartawana,” ujarnya.

Dikatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak BPBD Lamandau dalam pendataan warga korban banjir.

Selain merendam permukiman warga, banjir di Kecamatan Bulik Timur dan Belantikan Raya juga merendam sedikitnya 5 fasilitas umum. Bahkan, di sejumlah titik jalan penghubung antardesa terendam air hingga ketinggian 1 meter lebih. Akibatnya, agar tetap bisa beraktivitas harus menggunakan rakit untuk menyeberang.

Sejak banjir mulai mulai melanda, tim dari BPBD Lamandau langsung bergerak ke lapangan guna membantu masyarakat, utamanya menyeberangkan warga yang akan beraktivitas.

Bagikan Sembako dan Obat

Banjir masih terjadi di Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Hingga saat ini hampir semua desa terendam banjir dan masyarakat yang terdampak mencapai 1.517 jiwa. Guna meringankan beban, tim gabungan mulai menyalurkan paket sembako dan obat-obatan, Jumat.

Kapolsek Arut Utara Ipda Agung Sugiharto memimpin langsung kegiatan penyaluran bantuan bagi masyarakat yang terdampak banjir. Tim gabungan terdiri dari Polsek Arut Utara, Koramil, BPBD Kobar, Puskesmas dan Karang Taruna.

“Tim gabungan mulai menyalurkan bantuan  paket sembako dan memberikan pelayanan kesehatan serta pemberian obat yang dibutuhkan masyarakat yang terdampak banjir, meski sebelumnya atau pada saat Arut Utara mulai diterjang banjir, kami pun telah memberikan bantuan berupa beras dan air bersih, karena saat banjir, sumur warga terendam banjir, sehingga tidak layak dikonsumsi,” kata Agung Sugiharto via telepon. c-dar/c-prs/c-kar/c-uli

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *