Polsek Arut Utara Bagikan Sembako dan Pemberian Obat 

  • Bagikan
KEMANUSIAAN-Kapolsek Arut Utara pimpin langsung kegiatan penyaluran bantuan sembako dan kegiatan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak banjir.
PANGKALAN BUN/TABENGAN.COM – Banjir masih terjadi di Kecamatan Arut Utara, hingga saat ini hampir semua desa terendam banjir, dan masyarakat yang terdampak banjir mencapai 1.517 jiwa. Guna meringankan beban, tim gabungan mulai menyalurkan paket sembako dan obat-obatan, Jumat (27/8/2021).
Kapolsek Arut Utara Ipda Agung Sugiharto mengatakan, dirinya pimpin langsung kegiatan penyaluran bantuan bagi masyarakat yang terdampak banjir, dimana tim gabungan terdiri dari Polsek Arut Utara, Koramil, BPBD Kobar, Puskesmas dan Karang Taruna.
Kapolsek Arut Utara pimpin langsung kegiatan penyaluran bantuan sembako dan kegiatan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak banjir.

“Tim gabungan mulai menyalurkan bantuan  paket sembako dan memberikan pelayanan Kesehatan serta pemberian obat yang di butuhkan masyarakat yang terdampak banjir, meski sebelumnya atau pada saat Arut Utara mulai di terjang banjir, kami pun telah memberikan bantuan berupa beras dan air bersih, karena saat banjir, sumur warga terendam banjir, sehingga tidak layak untuk di konsumsi,” kata Ipda Agung Sugiharto kepada Tabengan melalui telepon seluler.

Agung juga menambahkan,  tim gabungan juga memberikan imbauan kepada masyarakat yang terdampak banjir, sebab hingga saat ini Covid-19 masih terjadi, jadi masyarakat tetap untuk memperhatikan protokol kesehatan.
Sebab lanjutnya, saat ini 10 desa dan Kelurahan Pangkut tengah di landa bencana banjir, kondisi ini sangat rentan munculnya penyakit, seperti demam berdarah dan diare, untuk masyarakat di minta untuk memperhatikan kebersihan lingkungan.
“Kami terus mengimbau kepada masyarakat jangan lelah untuk terapkan protokol kesehatan, gunakan masker pada saat akan keluar rumah, dan berdasarkan pantauan kami, saat ini tingkat kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan mengalami peningkatan, dan kami terus melakukan patroli yustisi, kalau pun ada pelanggaran, hanya cara menggunakan masker saja yang kurang tepat,” ujar Agung Sugiharto.
Imbauan lainnya lanjut Agung, karena saat ini curah hujan masih terjadi, dan debit air sungai terus bertambah, masyarakat di harapkan waspadai itu, sebab berdasarkan pantauan, air meluap ke permukaan sangat cepat, jika tidak memungkinkan untuk bertahan sebaiknya mengungsi, karena tempat pengungsian telah di sediakan di setiap kantor desa. c-uli

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *