Waduh! Masih Ada Bandar Besar di Sampit

  • Bagikan
BERANTAS NARKOBA - Kepala BNNP Kalteng Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan dan Bupati Kotim H Halikinnor dalam acara penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kepala BNNP Kalteng dengan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur serta sosialisasi bahaya narkoba di lantai II Setda Kotim Rabu (25/8). TABENGAN/MAYA SEVIANI

SAMPIT/TABENGAN-COM – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah (Kalteng) Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan mengatakan bahwa ada bandar besar narkoba di wilayah Sampit.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri acara penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kepala BNNP Kalteng dengan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur serta sosialisasi bahaya narkoba di lantai II Setda Kotim Rabu (25/8).

“Ada bandar besar di wilayah Sampit, tinggal tunggu waktu saja,” ucapnya.

Mendengar pernyataan Roy tersebut sontak undangan yang hadir di ruangan tersebut terdiam dan juga nampak serius mendengarkan penjelasan Roy.

Menurut Roy, ia menyatakan pernyataan tersebut karena di wilayah Sampit sering dilakukan penangkapan kasus narkoba. Tapi ia meminta jangan hanya menangkap kasus narkoba yang kecil-kecil saja.

“Jangan menangkap yang jumlah kecil-kecil saja, tapi saya juga bersyukur ada juga penangkapan narkoba sekian ons. Operasi apapun itu penting untuk mengurangi peredaran,” katanya.

Selain itu ia juga menyampaikan bahwa kunci penting keberhasilan dalam menangani kasus narkoba terletak pada program pencegahan. Kalau Kotim busa mencegah permintaan,  ia meyakini tidak akan ada bandar di wilayah Kotim. Semua bandar pasti akan beralih ke daerah lain karena di Kotim sudah tidak ada permintaan.

“Ini menjadi tugas kami dan juga bersama seluruh stakeholder bagaimana mengupayakan agar permintaan terhadap narkoba bisa kita minimalisirkan bahkan sampai tidak ada lagi,” tegasnya.

Sementara itu Bupati Kotim H Halikinnor mengakui Kotim menjadi lokasi strategis pengedaran narkoba karena banyaknya pintu gerbang transportasi. Bahkan menurutnya, ada narkoba yang diselundupkan melalui kapal-kapal yang mengangkut bahan komoditi sayur.

“Yang tertangkap saja itu sudah sekian apalagi yang belum tertangkap. Sehingga dapat diartikan penggunanya banyak maka bisnis barang haram narkoba menjadi subur di Kotim,” jelasnya.

Bahkan lanjutnya, kalau hanya berharap dari BNNP maupun BNNK dan aparat untuk memberantas itu sangat sulit. Apalagi dengan jumlah penduduk  dan luas wilayah , sehingga memberantas peredaran narkoba menjadi berat. Dirinya berharap bandar-bandar narkoba di Kotim dapat segera ditangkap oleh petugas kepolisian.

“Jadi tidak hanya pengguna, pengedar yang diringkus namun juga bandar besarnya sehingga dapat mengurangi peredaran narkoba di wilayah ini,” tuturnya. c-may

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *