PPKM Palangka Raya 24 Agustus-6 September 2021

PPKM - Sebagian ruas Jl. Yos Sudarso  ditutup selama penetapan PPKM di Kota Palangka Raya, Selasa (24/8)TABENGAN/YULIANUS

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 36/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di luar Pulau Jawa dan Bali, Kota Palangka Raya salah satu wilayah yang akan menerapkan perpanjangan PPKM mulai 24 Agustus-6 September 2021 mendatang.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, dengan masih berlakunya kebijakan PPKM Level 4 di Kota Cantik, diharapkan akan semakin mampu menurunkan kasus Covid-19. Saat ini Pemko, BPBD, Tim Satgas, Dinas Kesehatan serta jajaran Forkopimda Kota Palangka Raya tengah menyusun teknis kebijakan pada PPKM kali ini.

“Paling cepat, Rabu (25/8), teknis lengkap untuk pelaksanaan PPKM Level 4 di Kota Palangka Raya sudah terbit,” ujar Fairid, Selasa (24/8).

Namun, lanjut Fairid, ada yang berbeda dalam pelaksanaan PPKM kali ini jika menilik secara mendalam Inmendagri 36/2021 tersebut. Ada sejumlah pelonggaran atau relaksasi terhadap sejumlah kebijakan pembatasan, misalnya pelaksanaan kegiatan makan dan minum di tempat umum warung makan atau warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat.

“Namun, bagi pemilik usaha dan pelanggan yang datang wajib tetap memakai masker, mencuci tangan, handsanitizer. Teknisnya diatur oleh pemerintah daerah dan kami akan susun nanti bersama BPBD dan semua yang terkait,” ujarnya.

Aturan lainnya untuk restoran atau rumah makan dan kafe dengan skala kecil yang dapat melayani makan di tempat atau dine in, tambah Fairid, dibatasi jam operasional sampai dengan pukul 20.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 25 persen, dan hanya 2 orang per meja.

Sektor usaha tersebut boleh menerima makan dibawa pulang dengan penerapan prokes secara lebih ketat. Kemudian kegiatan di pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan tetap diizinkan beroperasi 50 persen dengan jam operasional dari pukul 10.00 sampai 20.00 WIB.

Untuk tempat ibadah, jelas dia, dapat mengadakan kegiatan peribadatan dan keagamaan berjemaah dengan pengaturan kapasitas maksimal 25 persen atau maksimal 30 orang sampai dengan 50 orang. Tapi lebih mengotimalkan pelaksanaan ibadah di rumah dengan memerhatikan pengaturan teknis dari Kementerian Agama.

“Yang pasti, kebijakan teknis di Kota Palangka Raya akan kurang lebih seperti dalam Inmendagri 36/2021 tersebut. Tapi pastinya, kita tunggu saja besok (Rabu). Adanya relaksasi ini, kami harapkan tidak membuat kita lengah. Jangan sampai kasus yang berhasil kita tekan malah justru naik lagi. Kasihan masyarakat yang terdampak pembatasan ini,” kata Fairid.

Penyekatan Diperpanjang

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya Alman Pakpahan menyampaikan, posko penyekatan masuk wilayah kota setempat melalui jalur darat kembali diperpanjang hingga 6 September 2021.

“Penyekatan masih kami berlakukan hingga 6 September 2021 nanti. Kendaraan yang tidak memenuhi persyaratan tidak diizinkan melintas dan akan diputar balik,” katanya saat dikonfirmasi, Selasa.

Alman menjelaskan, perpanjangan pelaksanaan posko penyekatan di perbatasan pintu masuk Kota Cantik berdasarkan Inmendagri 36/2021. Dalam pelaksanaannya, para pelaku perjalanan masuk Kota Palangka Raya akan diperiksa oleh petugas gabungan yang terdiri dari Dinas Perhubungan, TNI dan Polri setempat.

“Syaratnya masih sama. Pelaku perjalanan harus menunjukkan bukti vaksin minimal dosis I atau antigen 1×24 jam. Kalau salah satunya pun tidak bisa ditunjukan, maka mohon maaf kita putar balik,” ujarnya.

Alman mengingatkan, kepada pelaku perjalanan agar sebelum bepergian keluar daerah atau masuk ke wilayah Ibu Kota Provinsi Kalteng ini menyiapkan seluruh dokumen sehat.

Terdapat 3 posko penyekatan yang terdiri dari Posko Penyekatan Taruna Kelurahan Kalampangan, Posko Penyekatan Beringin Tumbang Rungan Kelurahan Pahandut Seberang dan Posko Penyekatan Pos Penjagaan Polisi Kilometer 38 Jalan Tjilik Riwut Kilometer 38 Kelurahan Tangkiling.

“Ketiga posko penyekatan tadi, dijaga ketat oleh petugas. Pelaku perjalanan yang tidak dapat menunjukkan bukti negatif antigen atau sertifikat vaksin (minimal dosis I), maka akan diputar balik,” tegasnya. rgb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.