560 Warga Terdampak Banjir

  • Bagikan
BANJIR- Kondisi banjir di Kecamatan Arut Utara, Kobar.TABENGAN/YULIANTINI

PANGKALAN BUN/TABENGAN.COM– Sejak 21 Agustus 2021, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) diterjang banjir. Tingginya curah hujan menyebabkan debit air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Arut maupun Lamandau naik. Saat ini ada 9 desa dan 1 kelurahan terendam banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kobar Syahruni mengatakan, begitu pihaknya mendapatkan laporan mengenai kondisi banjir di Arut Utara, BPBD Kobar langsung menurunkan tim ke lokasi dengan membawa bantuan perahu karet.

“Banjir di Arut Utara makin meluas. Awalnya hanya Desa Dau dan Desa Sambi, kini meluas ke desa lainnya dan Kelurahan Pangkut. Banjir di Arut Utara bukan saja menggenangi jalan poros desa, fasilitas umum lainnya pun terendam banjir, seperti Puskesmas termasuk tempat ibadah ikut terendam banjir,” kata Syahruni kepada Tabengan, Selasa (24 /8).

Syahruni menyebutkan, desa dan kelurahan di Arut Utara yang tergenang banjir meliputi Desa Panahan, Riam, Pandau, Kerabu, Penyombaan, Sambi, Sungai Dau, Gandis, Sukarami dan Kelurahan Pangkut.

“Total seluruhnya yang terdampak banjir ada 255 kepala keluarga, 560 jiwa dan 255 rumah, sementara ketinggian air bervariasi, ada ketinggian 40 cm bahkan 150 cm. Kami telah menurunkan tim guna mengevaluasi bagi warga yang ingin mengungsi ke tempat lebih aman,” ujar Syahruni.

Sementara, Bupati Kobar Hj Nurhidayah mengatakan, perihal banjir di Kecamatan Arut Utara selain telah menurunkan tim, juga telah menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak banjir, sehingga status penanganan banjir di Kobar telah dinaikkan menjadi siaga darurat banjir.

“Perlu kita antisipasi, biasanya jika Arut Utara sudah banjir, maka akan berdampak juga ke desa-desa yang ada di Kecamatan Arut Selatan maupun Kecamatan Kotawaringin Lama, seperti Desa Rungun, Lalang, Sulung, Runtu, Umpang, dan Desa Kenambui,” kata Nurhidayah.

Dia menambahkan, berdasarkan informasi debit air di Kecamatan Arut Utara telah berangsur menurun, tetapi tetap waspada mengingat saat ini curah hujan masih terjadi. Warga yang berada di bantaran Sungai diimbau untuk lebih waspada, bila tidak memungkinkan sebaiknya mengungsi ke tempat yang aman. c-uli

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *