PPKM – Wali Kota Siap Jalankan Perintah Presiden

  • Bagikan
WALI KOTA PALANGKA RAYA FAIRID NAPARIN

 PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Sebagaimana tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 31 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 Luar Pulau Jawa-Bali, Kota Palangka Raya menjalankan PPKM Level 4 hingga 23 Agustus ini.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin saat dikonfirmasi Tabengan mengenai nasib kelanjutan penerapan PPKM Level 4 tersebut mengatakan, Pemerintah Kota Palangka Raya tengah menunggu arahan lebih lanjut dari Presiden RI Joko Widodo.

“Kami masih menanti keputusan Presiden hari ini. PPKM ini sebenarnya bersifat adaptif, sesuai dengan kondisi kasus Covid-19 di daerah masing-masing. Jika pemerintah pusat menginstruksikan kita untuk memperpanjang berdasarkan kasus kita saat ini, Pemko tentu akan siap. Jika tidak, Pemko juga akan tetap siap dengan program-program efektif lainnya,” ujar Fairid, Senin (23/8) pagi.

Penuhi Target Penurunan Kasus

Pelaksanaan PPKM oleh Pemko Palangka Raya sejak 3 Juli lalu, sedikit demi sedikit telah menunjukkan hasil positif. Dengan tujuan utama melandaikan kasus konfirmasi positif Covid-19 yang mulai meledak setidaknya sejak Juni silam, kini mulai terlihat.

Fairid mengungkapkan, berdasarkan hasil kajian dan evaluasi Tim Epidemiologi Provinsi Kalteng khususnya selama pelaksanaan PPKM, kasus Covid-19 di Kota Palangka Raya sudah memenuhi target penurunan kasus.

“Sebenarnya sudah mulai terkendali, tapi bukan berarti kita aman. Sebaran masih terjadi di antara kita. Kita bisa dikatakan aman jika kasus dan angka kematian akibat Covid-19 ada di angka nol,” tegasnya.

Berbicara data, lanjutnya, berdasarkan laporan mingguan kasus Covid-19 Kota Palangka Raya untuk kasus baru mingguan menunjukkan bahwa jumlah kasus minggu ke-51 pada 21 Agustus telah menurun dari minggu ke-50  pada 15 Agustus sebesar 20,3 persen. Minggu ke-51, rata-rata kasus baru dikatakannya sebanyak 60 sampai 61 kasus per hari.

“Pertumbuhan kasus mingguan kita mencapai puncaknya pada minggu ke-48 pada 1 Agustus yang mencapai 849 kasus per minggu. Namun, minggu selanjutnya menurun ke angka 692 kasus, kemudian ke angka 632 kasus, 531 kasus, dan 423 kasus pada minggu kemarin,” bebernya.

Kemudian untuk indikator lainnya yang mengalami penurunan, Fairid menyebut antara lain angka Rate of Transmision (RT) atau nilai tingkat penularan, pada 15 Agustus ada di angka 1,21 kini pada 22 Agustus berada di angka 1,16. Kemudian angka laju insiden kasus baru, mengalami penurunan pada periode yang sama, dari 108,5 kasus per 100 ribu penduduk menjadi 84 kasus.

Kemudian angka mortality rate atau angka kematian per 100 ribu penduduk per minggu, pada periode yang sama menurun dari 4,7 kasus per 100 ribu penduduk per minggu menjadi 2,5 kasus. Lalu kasus baru per hari per minggu juga mengalami penurunan, dimana pada periode yang sama dari 381 kasus per hari per minggu menjadi 320 kasus. Sedangkan untuk persentase perawatan kasus, dari 9,5 persen telah turun ke angka 8,8 persen.

“Yang mengalami peningkatan, justru angka kesembuhan. Jika per 15 Agustus ada di angka 87,2 persen, maka pada 22 Agustus sudah mencapai 87,9 persen. Secara umum, Kota Palangka Raya saat ini status kesehatan Covid-19 minggu ini lebih baik dari minggu lalu. Dari standar target kita harus menurunkan 50 persen kasus, kita sudah mencapai 50,2 persen. Meskipun menunjukkan cenderung terkendali, namun belum aman,” pungkas Fairid. rgb

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *