Banjir Redam Gumas, Kotim dan Katingan

Banjir Redam Gumas, Kotim dan Katingan

*Aktivitas PBS Picu Banjir Gumas

*Empat Kecamatan di Kotim Direndam Banjir

*Banjir Tumbang Samba Rendam Pasar dan Rumah

KUALA KURUN/TABENGAN.COM– Tingginya curah hujan belakangan ini, mengakibatkan beberapa kecamatan dan desa di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) terendam banjir. Tiga kecamatan yang terkena banjir cukup parah: Kecamatan Kahayan Hulu Utara, Miri Manasa dan Damang Batu.

“Hari ini (Senin), 3 kecamatan tersebut hampir semua desanya terendam banjir, terutama desa di daerah bagian hulu,” ungkap Champili, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gumas saat ditemui di Kuala Kurun, Senin (23/8).

Akibat banjir tersebut, akses transportasi darat yang menuju ke 3 kecamatan terputus total. Bahkan, genangan banjir sudah mulai memasuki wilayah Kecamatan Tewah dan Rungan. Hingga saat ini warga yang rumahnya terendam banjir masih memilih bertahan di desanya sendiri.

Champili menerangkan, penyebab terjadinya banjir di bagian hulu tidak hanya karena curah hujan yang tinggi, namun juga beberapa faktor lain seperti adanya aktivitas perkebunan besar swasta (PBS), penambangan liar dan penebangan hutan di daerah tersebut.

Dalam kasus ini, lanjut Champili, BPBD Gumas belum mengambil tindakan, namun tetap terus memantau perkembangan banjir di wilayah Gumas.

“Kami belum bisa mengeluarkan surat ataupun tindakan lainnya karena banjir belum mencapai 3 hari. Sesuai SOP, jika sudah 3 hari kami akan langsung mengambil tindakan, namun kami masih tetap terus memantau banjir tersebut,” ujarnya.

Banjir Kotim

Sementara itu Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik  BPBD Kotim Yephi Hartadi Periyanto juga menyampaikan telah terjadi banjir musiman yang melanda 4 kecamatan di Kotim, yakni di Kecamatan Kecamatan Bukit Santuai, Antang Kalang, Telaga Antang dan Mentaya Hulu dengan ketinggian air 10-70 centimeter.

“Untuk Kecamatan Antang Kalang banjir merendam Desa Tumbang Kalang,

Tumbang Manya, Sungai Puring, Sungai Hanya, Tumbang Ramei dan Tumbang Ngahan dengan jumlah 420 kepala keluarga yang terdampak,” kata Yephi.

Untuk Kecamatan Bukit Santuai, lanjut Yephi, yakni Desa Tumbang Penyahuan, Tumbang Sapia, Desa Tumbang Getas, Desa Tewe Hara, Desa Tumbang Payang, Desa Tumbang Kania semuanya 322 kepala keluarga yang terdampak.

Kemudian, kata Yephi, untuk rumah yang terendam di Desa Tumbang Penyahuan  3   rumah, Desa Tumbang Sapia ada 6 rumah, Desa Tumbang Getas 3 rumah, Desa Tewe Hara 18 rumah, Desa Tumbang Payang 16 rumah dan Desa Tumbang Kania 12 rumah.

“Kita telah melakukan koord dangan Camat, Kapolsek, Danramil  serta Kades di wilayah terdampak, serta melakukan pengecekan ke lapangan untuk mengantisipasi banjir susulan,” kata Yephi.

Pihaknya , lanjut  Yephi , telah mengimbau kepada masyarakat yang terkena banjir  agar lebih waspada dan persiapan mengamankan keluarga serta

harta bendanya. Dan juga mengimbau kepada masyarakat agar waspada  terhadap aliran listrik kabel  yang terendam air.

“Saat ini Debit air masih terus naik naik, untuk itu pihaknya terus bersiaga untuk mengatisipasi kejadian yang tidak diingginkan,” kata Yephi.

Tumbang Samba Dilanda Banjir

Sementara itu, Camat Katingan Tengah Yobi mengatakan, Tumbang Samba tengah dilanda banjir. Penyebabnya adalah akibat intensitas curah hujan yang tinggi.

Menurut Yobi, banjir tersebut sudah berjalan hingga tiga hari dan merendam sampai ke pemukiman penduduk serta sebagian fasilitas umum termasuk juga di Pasar Tumbang Samba.

“Meski demikian, kita masih bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat setempat,” ujar Yobie.

Warga setempat tentu saja terkena dampaknya yang jelas  mereka kesulitan dalam menjalankan aktivitasnya. Sehingga mereka perlu bantuan logistik khususnya makanan untuk anak-anak dan balita.

Namun, karena saat ini situasinya dalam keadaan pandemi covid, sehingga warga setempat juga membutuhkan masker dan obat-obatan. c-hen/c-may/c-dar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.