Bangkai KM Putri Ayu III Ditemukan

  • Bagikan
PENCARIAN - tim gabungan menemukan bangkai kapal yang mengalami kecelakaan laut pada Senin (16/8) lalu./ISTIMEWA

**3 Tewas, 5 Hilang, 5 Selamat  

PANGKALAN BUN/TABENGAN.COM– Memasuki hari ke-6 pencarian korban KM Putri Ayu III, Minggu (22/8), tim gabungan menemukan bangkai kapal yang mengalami kecelakaan laut pada Senin (16/8) lalu. Saat ini tim gabungan masih berkoordinasi dengan pemilik kapal pencari cumi-cumi tersebut.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Palangka Raya M Haryadi mengatakan, berdasarkan keterangan 5 korban yang selamat, tenggelamnya KM Putri Ayu III disebabkan faktor cuaca ekstrem. Dari 13 anak buah kapal (ABK) dan nakhoda, 3 orang telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, 5 orang selamat dan 5 orang lagi masih dalam pencarian.

“Kami masih berkoordinasi dengan pihak pemilik kapal maupun keluarga korban, karena hari ini, Senin (23/8), memasuki hari ke-7 pencarian korban. Sesuai SOP pencarian terhadap korban dilakukan selama 7 hari, tapi jika pemilik kapal maupun keluarga korban minta diperpanjang, maka pencarian akan tetap kami lakukan. Begitu pun dengan evakuasi kapal tersebut, kami menunggu dari pihak pemilik kapal,” kata Haryadi kepada Tabengan, Senin.

Haryadi menambahkan, tim gabungan menemukan objek diduga KM Putri Ayu III, PD TW 0822 1030 G BASARNAS di posisi koordinat 3⁰55′ 500″ S-111⁰ 47′ 800 E dari Arah Tanjung Puting 21 NM arah Heading 180⁰.

Menurutnya, objek kapal warna lambung merah dengan lunas kapal berwarna merah, diyakini objek tersebut adalah KM Putri Ayu III yang sedang dilakukan pencarian.

“Posisi objek terbalik dengan masih terikat jangkar. Hanya tersisa bagian depan kapal yang terapung di permukaan. Posisi objek dalam keadaan tidak stabil karena tali tambat jangkar sudah ada yang putus akibat gelombang dan arus,” jelas Haryadi.

Dia menerangkan, karena struktur kapal yang tidak stabil dan gelombang di sekitar lokasi antara 1-2 meter, membuat pergerakan kapal di permukaan air bergerak terus-menerus. Hal itu membuat kapal tenggelam kapan saja apabila terjadinya putus tali tambat jangkar.

“Karena kondisi cuaca yang buruk untuk melakukan penyelaman pada titik tersebut, sangat tidak memungkinkan dikarenakan faktor keselamatan tim penolong (penyelam) dinilai dari keadaan cuaca dan kondisi objek yang tidak stabil. Namun demikian, kami tetap melakukan pencarian terhadap korban. Di samping itu, di sekitar lokasi penemuan KM Putri Ayu III, banyak kapal nelayan pencari ikan, sehingga kami minta bantuan mereka juga,” ujar Haryadi. c-uli

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *