COVID-19- Data Pemkab Mura dan Provinsi Berbeda Jauh

  • Bagikan
KLARIFIKASI- Wakil Bupati Mura Rejikinoor menggelar konferensi pers terkait perbedaan data kasus Covid-19 yang dikeluarkan Satgas Provinsi Kalteng dan Satgas Kabupaten Mura. TABENGAN/JOKO SANTOSO

PURUK CAHU/TABENGAN.COM– Wakil Bupati Murung Raya (Mura) Rejikinoor dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19, memberikan klarifikasi dan sinkronisasi atas informasi perbedaan data pasien Covid-19 Provinsi Kalteng dan Pemkab Mura.

Diketahui, dari data sebaran Satgas Covid-19 Provinsi Kalteng, pasien terkonfirmasi positif di wilayah Mura mengalami penambahan sebanyak 266 orang. Sedangkan kenyataan di lapangan, wilayah Mura hanya terdapat 174 terkonfirmasi positif dengan penambahan 1 orang meninggal dunia, sehingga menjadi 35 orang.

“Jadi data kita yang sebenarnya jumlah kasus penambahan ada 33 orang dengan total positif sebanyak 174 pasien. Sedangkan yang telah sembuh 9 orang dengan total kesembuhan sebanyak 2.017 dan yang meninggal dunia bertambah 1 pasien dengan total 35 pasien. Maka, jumlah keseluruhan kasus hingga saat ini sebanyak 2.225 kasus Covid-19,” terang Rejikinoor, saat konferensi pers, Selasa (17/8).

Dijelaskan, terdapat perbedaan yang cukup jauh terhadap data sebaran pasien Covid-19 Provinsi Kalteng. Karenanya, ia mengharapkan dapat menepis asumsi negatif mengenai jumlah pasien yang terkonfirmasi positif sebenarnya di Mura.

Sementara itu, untuk detail per kecamatan berkenaan dengan pasien yang terkonfirmasi positif, Murung terdapat 120 pasien, Laung Tuhup 19 pasien, Tanah Siang 18 pasien, Tanah Siang Selatan 7 pasien, Sumber Barito 1 pasien, Barito Tuhup Raya 1 pasien, Seribu Riam 1 pasien, Permata Intan 2 pasien, Sungai Babuat 1 pasien dan Uut Murung 1 pasien.

Berkenaaan dengan permasalahan data tersebut, Wabup minta agar Dinas Kesehatan Mura segera melakukan sinkronisasi terhadap data sebaran ini agar tidak ada penumpukan data yang masuk di Satgas Covid-19 Provinsi Kalteng.

Begitu juga terkait isu kasus meninggal dunia yang mengalami peningkatan akibat kekurangan oksigen, ditegaskan Rejikinoor bahwa itu sama sekali tidak benar.

“Kami pastikan itu tidak benar, Satgas Covid-19 di Mura terus berupaya memberikan penanganan terbaik. Tingginya kasus meninggal disebabkan ketika adanya pasien yang sudah mengalami gejala berat baru dibawa ke RSUD Puruk Cahu,” tutupnya. c-sjs

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *