PPKM Level 4 Kalteng Distop

  • Bagikan

*Palangka Raya, Kapuas, Mura dan Lamandau  Perpanjang  PPKM

*Penanganan Covid-19 Diserahkan ke Kabupaten/Kota

 PALANGKA RAYA- Bersamaan dengan berakhirnya Instruksi Gubernur Kalteng Nomor 180.17/171/2021 tanggal 5 Agustus 2021, PPKM Level 4 yang diberlakukan di seluruh kabupaten/kota di wilayah Kalteng sejak 5 Agustus 2021 tidak diperpanjang, Selasa (17/8). Secara khusus untuk Kota Palangka Raya, PPKM Level 4 telah diberlakukan sejak 3-16 Agustus 2021.

Untuk Palangka Raya, Lamandau dan Mura akan diperpanjang hingga 23 Agustus 2021, sedangkan Kuala Kapuas  hingga 31 Agustus 2021, sementara infromasi kabupaten lainnya belum masuk.

Dalam jangka waktu 14 hari tersebut, berbagai upaya telah dilakukan secara sinergis antara Pemprov Kalteng dan seluruh pemerintah kabupaten/kota, didukung penuh seluruh Forkopimda Kalteng dan Forkopimda Kabupaten/Kota, serta dukungan seluruh masyarakat Kalteng.

Sebagaimana diketahui, Gubernur Kalteng terus memerhatikan data-data mengenai Covid-19 yang terjadi selama 14 hari untuk menentukan kebijakan yang akan diambil ke depannya, termasuk kebijakan mengenai perpanjangan PPKM Level 4.

Berdasarkan Zonasi dari Bersatu Lawan Covid-19 (BLC), posisi pada 1 Agustus 2021, Kabupaten/Kota Zona Merah di Kalteng sebanyak 5 yaitu Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Barito Selatan dan Barito Timur dan daerah lainnya Zona Oranye.

Maka pada 15 Agustus 2021, Zona Merah berkurang menjadi 2, Kabupaten Kapuas dan Barito Timur. Kemudian Kabupaten Seruyan telah mengalami perbaikan menjadi Zona Kuning, sedangkan lainnya Zona Oranye. Secara khusus Kota Palangka Raya yang dalam beberapa minggu selalu berada pada Zona Merah, telah mengalami perbaikan menjadi Zona Oranye.

Sementara itu, Ketua Harian Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya Emi Abriyani menerangkan untuk penerapan PPKM di Kota Cantik akan mengacu pada Inmedagri Nomor 30 diterapkan di kota ini hingga tanggal 23 Agustus mendatang sesuai isi Inmendagri 31/2021.

Esensi yang ada di dalam Inmendagri tersebut berisi tentang sejumlah pengaturan seperti supermarket dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari dibatasi jam operasionalnya sampai pukul 20.00 WIB dengan kapasitas pengunjung maksimal 50 persen.

“Rumah makan, kafe dan sejenisnya di perbolehkan melayani makan di tempat atau dine in hanya dilayani sampai pukul 17.00 WIB dengan kapasitas maksimal 25 persen dari total kapasitas,” ucap Emi, Selasa (17/8).

Sedangkan untuk pasar tradisional, pedagang kaki lima, toko kelontong, agen atau outlet voucher, barber shop, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, pasar loak, pasar batik, bengkel kecil dan tempat cuci kendaraan di izinkan beroperasional dengan menerapkan Prokes ketat.

Sementara untuk sektor perkantoran, lanjut Emi, diminta untuk melakukan aktivitas bekerja melalui kantor atau Work From Office (WFO) hanya sebesar 50 persen dari total karyawan yang bekerja dan diminta menerapkan metode shift.

“Penyelenggaraan PPKM Level IV di Kota Palangka Raya saat ini kami berpedoman pada Inmedagri Nomor 30 tahun 2021, karena di situ cukup jelas poin-poin nya dan bisa diterapkan di kota ini hingga tanggal 23 Agustus mendatang sesuai isi Inmendagri 31/2021,” pungkasnya. timred/ mmc.kalteng

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *