Wali Kota: Masuk Mal Tak Perlu Kartu Vaksin

  • Bagikan
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Pemerintah pusat telah menginstruksikan kepada daerah untuk melakukan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada kawasan tertentu yang memiliki peningkatan kasus Covid-19.

Dalam pelaksanaannya, sejumlah daerah akan melakukan uji coba pembukaan pusat perbelanjaan ataupun mal secara bertahap. Kota-kota besar di Pulau Jawa dengan status PPKM Level 4 akan menerapkan uji coba pembukaan secara gradual, dan salah satu syaratnya pengunjung wajib menyertakan surat sertifikat vaksin atau surat swab test antigen.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menyampaikan, pihaknya belum menerapkan aturan masuk mal masyarakat diwajibkan menunjukkan bukti mengikuti vaksinasi dan bukti swab test antigen.

Menurut Fairid, hal tersebut dikarenakan saat ini Kota Cantik masih dalam situasi dan kondisi penerapan PPKM sesuai dengan Instruksi Gubernur Kalteng dan Instruksi Mendagri Nomor 30 Tahun 2021.

“Dalam instruksi tersebut, pusat perbelanjaan atau mal belum beroperasi 100 persen normal seperti biasanya. Sehingga untuk penerapan pengecekan kartu vaksin dan dokumen kesehatan seperti swab test antigen, belum diperlukan,” ungkapnya, Selasa (17/8).

Fairid menegaskan, saat ini Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya masih berfokus pada pelaksanaan PPKM, dengan harapan sebaran kasus dan orang yang terkonfirmasi positif di ibu kota Provinsi Kalteng ini bisa menurun kasusnya.

Selain itu, lanjut dia, kunci agar sebaran Covid-19 di wilayah setempat dapat menurun dimulai dari diri sendiri, yakni kesadaran menggunakan masker, menjaga jarak, rajin mencuci tangan serta menerapkan protokol kesehatan (prokes) lainnya secara disiplin dalam beraktivitas sehari-hari.

Dia berharap dengan adanya PPKM yang selama ini diterapkan secara mikro, mulai dari tingkat RT/RW dan kelurahan/kecamatan, kesadaran masyarakat dalam menerapkan prokes dan menggunakan masker bisa meningkat.

“Namun, masih akan kita kaji lebih jauh sesuai kebutuhannya. Jika memang diperlukan, tak menutup kemungkinan bisa kita terapkan aturan itu di sini. Mengapa tidak kita terapkan pengecekan dokumen kesehatan sebelum memasuki pusat perbelanjaan atau mal, kalau untuk kebaikan bersama,” pungkasnya. rgb

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *