PIDATO PRESIDEN – Keselamatan Rakyat Hukum Tertinggi

  • Bagikan
Senator asal Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang

PALANGKA RAYA– Presiden RI Joko Widodo dalam Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) secara virtual, Senin (16/8), menekankan prinsip utama adalah keselamatan rakyat. Sebuah pesan yang selalu diingatkan sepanjang pandemi Covid-19 berlangsung.

Pernyataan ini merujuk pada adagium filsuf Marcus Tullius Cicero, yang terkenal Salus populi suprema lex esto atau diartikan sebagai keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi.

Senator asal Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustin Teras Narang mengatakan, prinsip yang disampaikan filsuf Marcus Tullius Cicero selalu diingatkan kepada semua kalangan. Ini menjadi kunci penting dalam pengambilan berbagai kebijakan di tengah situasi kehidupan berbangsa, terlebih dalam masa pandemi. Ingatan ini penting agar dalam keterbatasan, rakyat khususnya mereka yang paling rentan terdampak pandemi, tetap diperhatikan.

“Kita tentu sadar, tidak ada negara yang sempurna mengatasi tantangan ini. Pidato kenegaraan yang sama, Presiden Joko Widodo pun mengakui adanya kelemahan serius kita dalam membangun kemandirian industri obat, vaksin hingga alat kesehatan. Pada saat yang sama juga, kelemahan ini mendorong industri kesehatan kita semakin dipaksa bergerak cepat untuk berkembang menjawab situasi ini,” ujar Teras, memperingati HUT Ke-76 RI, dalam rilisnya, Selasa (17/8).

Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Kalteng ini mengajak, mari melakukan penguatan kehadiran Puskesmas di setiap kecamatan, serta pelayanan kesehatan di setiap perdesaan. Momentum penyadartahuan betapa pentingnya kesehatan, guna memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Kejenuhan, kepenatan menghadapi pandemi juga diakui, sehingga banyak kritik yang disampaikan menurut pemerintah juga dijawab dengan sikap bertanggung jawab. Kesadaran akan adanya keterbatasan dan lebih dari itu, ada itikad untuk mengatasi keterbatasan yang ada dengan daya juang yang tinggi. Semangat ini yang membuat kita tangguh serta dapat tumbuh pada saat bersamaan,” katanya.

Gubernur Kalteng periode 2005-2015 ini mengingatkan, pesan Presiden Joko Widodo yang menekankan pentingnya ketangguhan dalam tantangan ini agar kita dan Indonesia dapat tetap tumbuh, menjadi pesan utama yang perlu juga hidup bersama sebagai rakyat Indonesia. Berbagai dorongan di berbagai kesempatan dan pesan yang sama disampaikan dengan menekankan pentingnya resiliensi, kemampuan serta ketangguhan psikologis untuk menghadapi berbagai tekanan situasi dalam hidup.

Salah satu untuk membangun resiliensi ini, Teras mencontohkan, adalah dengan jujur dan jernih melihat keadaan. Membangun semangat saling mendukung sebagaimana tercermin dalam pidato para pimpinan MPR RI, DPR RI dan DPD RI, yang tidak menutupi adanya kelemahan, namun juga saling mengapresiasi di tengah situasi ini. Ini modal dasar persatuan Indonesia yang dibutuhkan hari ini. Semangat kebersamaan sebagaimana ciri dari falsafah Huma Betang di Kalteng.

Semangat ini pula, harap Teras, yang diharapkan dari seluruh jajaran pemerintah pusat hingga daerah. Termasuk agar pemerintah daerah benar-benar mengoptimalkan pengelolaan dana penanganan Covid-19 yang ada. Memastikan agar realokasi dan refocusing anggaran benar-benar dipastikan berjalan sesuai skala prioritas, cepat dan tepat sasaran, khususnya terkait program perlindungan dan pemberian jaminan sosial bagi masyarakat. ded

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *