Mantan Assisten I Setda Katingan Ditahan

  • Bagikan
DITAHAN- Pihak Kejaksaan Negeri Katingan telah menahan mantan Assisten I Setda JS terkait kasus korupsi.

KASONGAN/TABENGAN.COM-Diduga melakukan tindak pidana korupsi penyimpangan dalam Penyaluran Dana Tunjangan Khusus bagi Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD) pada Dinas Pendidikan Kabupaten Katingan Tahun Anggaran 2017, mantan Assisten I (Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat) Setda Katingan berinisial JS ditahan Kejaksaan Negeri Katingan.

Kepala Kejaksaan Negeri Katingan Firdaus SH MH melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Erfandi Rusdy Q SH MH, membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan penahanan terhadap tersangka (JS) yang merupakan mantan Assisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat pada sekretariat Daerah Kabupaten Katingan pada 2017.

“Tersangka JS akan dilakukan penahanan selama 20 hari dan dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas II A Kasongan terhitung sejak 16 Agustus hingga 4 September 2021 ini,” kata  Erfandi Senin (16/8)

Menurut Erfandi, JS saat itu juga selain menjabat sebagai Assisten I juga menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Katingan sehingga diduga menyalahgunakan kewenangannya melawan hukum dengan melakukan penyimpangan dalam Penyaluran Dana Tunjangan Khusus Bagi Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD) pada Dinas Pendidikan Kabupaten Katingan Tahun Anggaran 2017, yang mengakibatkan Kerugian Keuangan Negara sekitar Rp5,8 miliar.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, kata Erfandi, JS telah menjalani pemeriksaan tambahan oleh penyidik sebagai saksi dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi PNSD pada Dinas Pendidikan Anggaran 2017.

“Penyidik telah memeriksa setidaknya sebanyak 50 saksi serta memeriksa ahli untuk memperoleh bukti petunjuk dan telah melakukan penyitaan dokumen berupa surat-surat terkait yang kemudian dijadikan barang bukti dalam perkara tersebut. Berdasarkan hasil ekspose perkara, penyidik berkesimpulan bahwa telah diperoleh bukti yang cukup untuk menetapkan JS sebagai tersangka,” kata Erfandi.

Dikatakan Erfandi selain menetapkan JS sebagai tersangka tim penyidik juga menetapkan tersangka lain, yakni S dan telah di lakukan pemanggilan untuk dilakukan pemeriksaan pada Kamis (19/8) mendatang.

Menurut Erfandi, pihaknya masih terus melakukan pengembangan guna menemukan fakta baru dan akan terus menggali apakah ada keterlibatan oknum atau pejabat lainnya, dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain.

“Tersangka disangkakan melanggar Primair: Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18, Subsidair:  Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor: 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor: 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) Ke- 1 KUHPidana dengan ancaman Pidana Penjara Seumur Hidup dan atau maksimal dua puluh tahun penjara,” ungkap Erfandi.c-sus

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *