Pekan ASI Sedunia 2021, Ibu Terinfeksi Covid-19 Tetap Bisa Menyusui

  • Bagikan
Dokter Mikko U Ludjen
Dokter Mikko U Ludjen

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Pekan Air Susu Ibu (ASI) Sedunia diperingati setiap tahunnya pada minggu pertama (1-7) Agustus. Namun tahun ini, di masa pandemi Covid-19 siapa saja bisa terpapar, termasuk para ibu yang memiliki bayi dan harus memberikan ASI kepada bayinya.

Dokter Spesialis Kebidanan Kandungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Doris Sylvanus Palangka Raya dr Mikko Uriamapas Ludjen SpOG MKes menyampaikan, kondisi ini tidak jarang membuat para ibu menyusui yang terpapar Covid-19 bimbang, apakah mereka boleh tetap menyusui bayinya atau tidak. Sebab, tidak sedikit pula yang khawatir risiko bayi tertular Covid-19 dari ibu akibat proses menyusui tersebut.

“Yang belum vaksinasi boleh. Yang sudah vaksinasi tidak ada masalah, lebih boleh. Asal ibu dengan prokes yang benar, tidak buka masker selama menyusui, tidak ada luka di puting dan sebelum menyusui, ibu sudah bersihkan dengan disinfektan. Jadi steril area yang bersinggungan dengan bayinya,” kata Mikko, Kamis (5/8).

Seperti diketahui, lanjut Mikko, menyusui adalah investasi berharga bagi tumbuh kembang anak, hingga dianggap sebagai masalah kesehatan masyarakat yang membutuhkan dukungan di semua tingkatan. Namun, wajar jika kondisi ini membuat dilema para ibu menyusui yang positif terinfeksi Covid-19.

Selagi kondisi gejala akibat infeksi Covid-19 yang dialami ibu tersebut tidak begitu parah, dan masih mampu menyusui, maka masih diperbolehkan. Hal ini dikarenakan efek perlindungan ASI sangat kuat dalam melawan infeksi penyakit melalui peningkatan daya tahan tubuh bayi.

Sampai saat ini, belum ada bukti penularan Covid-19 secara langsung dari ibu kepada anaknya melalui ASI dan hanya antibodinya yang ditemukan dalam ASI. Dengan demikian, proses menyusui oleh ibu kepada bayinya masih diperbolehkan. Ibu positif Covid-19 tetap disarankan untuk memberikan ASI pada bayinya.

Sementara itu, proses menyusui bisa tetap dilanjutkan dengan catatan ibu tidak memiliki gejala, atau hanya bergejala ringan dan mampu menyusui. bagi ibu yang positif Covid-19 dan tetap ingin memberikan ASI kepada bayinya harus mempraktikkan prosedur pencegahan penularan infeksi yang ketat.

Pertama, upayakan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun dengan air mengalir sebelum dan sesudah kontak dengan bayi. Kedua, rutinlah untuk membersihkan benda-benda yang disentuh ibu dengan disinfektan. Ketiga, gunakan masker dengan rapat untuk menutupi hidung, mulut dan dagu. Keempat, hindari menyentuh mata, hidung dan mulut ketika menyusui bayi. yml/hil

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *