Warga Tumbang Rungan Tolak Abdullah, Polda Bantu Korban Kebakaran

  • Bagikan
Wakapolda Kalteng Brigjen Pol Ida Oetari Poernamasasi bersama pejabat utama Polda meninjau lokasi kebakaran sambil memberikan bantuan bahan pokok dan makanan siap saji.

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Satreskrim Polresta Palangka Raya resmi menetapkan Abdullah (46) sebagai tersangka dalam kebakaran yang melanda di permukiman Kelurahan Tumbang Rungan, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Selasa (3/8).

Peningkatan status sebagai tersangka resmi diberikan pada Rabu (4/8), berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi dan olah TKP yang dilakukan penyidik.

Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Sandi Alfadien Mustofa mengatakan, dari hasil pemeriksaan terungkap bahwa tersangka melakukan aksinya saat mabuk usai mengonsumsi miras oplosan, minuman energi dicampur alkohol.

“Sudah kita lakukan pemeriksaan tes urine, hasilnya negatif,” katanya, Rabu.

Terkait rencana rekonstruksi, terang Gultom, masih akan dilakukan rapat dan koordinasi karena suasana warga masih kondisi emosi terhadap tersangka.

“Tersangka terancam Pasal 187 KUHPidana dengan ancaman kurungan penjara 12 tahun,” tegasnya.

Sementara itu, kemarahan masih jelas terlihat pada warga Kelurahan Tumbang Rungan, Kecamatan Pahandut pasca-kebakaran. Mereka pun menolak dengan tegas keberadaan Abdullah jika hendak kembali ke perkampungan.

“Kami menolak keras jika pelaku kembali tinggal di sini. Kalau istri dan anaknya tidak masalah,” ungkap Junaidi, mewakili warga yang lain.

Dia menerangkan, Abdullah memang penduduk asli Kelurahan Tumbang Rungan dan telah tinggal sejak kecil. Namun, keberadaannya turut meresahkan warga sekitar karena sering mabuk dan membuat keributan.

“Kami meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya karena sudah menyebabkan seluruh rumah dan harta benda warga hangus terbakar. Paling tidak, hukumannya setimpal dengan perbuatannya,” tuturnya.

Pantauan Tabengan, 31 rumah dan 2 sarang burung walet kini hanya menyisakan puing-puing dan arang sisa pembakaran. Tidak banyak harta dan benda warga bisa diselamatkan dalam tragedi tersebut.

Kebakaran tersebut membuat 35 KK dan 135 jiwa kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Sejumlah bantuan pun terus mengalir ke Posko Bantuan, baik dari relawan, swasta, Pemerintah Kota Palangka Raya, Polresta Palangka Raya dan Polda Kalteng.

Rabu siang, Wakapolda Kalteng Brigjen Pol Ida Oetari Poernamasasi bersama pejabat utama Polda Kalteng turut meninjau langsung lokasi kebakaran sambil memberikan bantuan bahan pokok dan makanan siap saji.

“Kapolda Kalteng telah memberikan bantuan sebagai empati kita kepada warga yang terkena musibah. Semoga dengan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban saudara kita di Tumbang Rungan,” tutur Wakapolda. fwa

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *