Ayah Perkosa Anak Tiri, Ayah Hamili Anak Kandung

  • Bagikan
- Pelaku perkosaan anak tiri (baju hitam). - Pelaku persetubuhan anak kandung (baju merah)

KASONGAN/tabengan.com – Ayah tiri kembali berulah. Seorang anak yang masih di bawah umur, sebut saja Bunga, warga Desa Samba Bakumpai, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan diperkosa berkali-kali di rumah mereka sendiri.

Kapolres Katingan AKBP Andri Siswan Ansyah SIK melalui Kapolsek Katingan Tengah Arif Dany Susanto membenarkan telah terjadi persetubuhan anak di bawah umur oleh ayah tirinya di Desa Samba Bakumpai. Pelaku Heli (38) menyetubuhi Bunga (16) pada Jumat (16/7) sebanyak 2 kali, Sabtu (17/7) 2 kali dan Senin (26/7) 5 kali.

“Pelaku dilaporkan oleh ibu kandung korban yang kini telah ditahan dan ditempatkan di Rutan Polsek Katingan Tengah. Untuk proses penyidikan perkaranya ditangani oleh Unit PPA Satreskrim Polres Katingan dan Unit Reskrim Polsek Katingan Tengah,” kata Arif, Selasa (3/8).

Menurut Arif, pelaku menggagahi anak tirinya di kamar rumah mereka di Desa Samba Bakumpai RT 002. Pertama kali pelaku melakukan perbuatan tersebut di kamar, saat itu korban sedang melipat pakaian di ujung dinding. Tiba-tiba datang ayah tiri korban. Kemudian korban ditarik ke atas kasur.

Saat korban dalam posisi berbaring pelaku langsung melepaskan baju dan celana korban. Kemudian pelaku memegang dan memeras payudara korban. Saat itu korban mencoba berontak, namun tidak berdaya karena kalah tenaga sehingga korban ditindih dan diperkosa.

Arif melanjutkan, setelah selesai melampiaskan nafsunya, pelaku langsung pergi. Korban kembali ke kamarnya, namun saat korban sedang tidur di kamar tiba-tiba korban terbangun dan merasakan serta melihat celananya dilepas lagi oleh ayah tirinya. Mulut korban ditutup menggunakan tangan, setelah itu korban kembali diperkosa.

“Setelah melakukan aksinya beberapa kali terhadap korban, pelaku setelah menyetubuhi korban membawa sebilah senjata tajam jenis pisau dapur dan mengancam korban apabila memberitahukan perbuatannya baik kepada ibunya, paman, tante atau neneknya, maka akan dibunuh. Mendengar ancaman tersebut korban pun menjadi takut,” kata Arif.

Hamili Anak Kandung
Sementara itu, Subil (46) warga Desa Hampalit, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan tega menyetubuhi anak kandungnya sejak SD hingga sekarang hamil 6 bulan.

Kapolres Katingan AKBP Andri Siswan Ansyah SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Adhy Heriyanto membenarkan adanya persetubuhan anak kandung di sebuah barak Jalan Perjuangan Gang Hatampung Desa Hampalit, Kecamatan Katingan Hilir.

“Pelaku Subil merupakan ayah kandung korban Sal (16), telah menyetubuhi anaknya tersebut sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar kelas 3 sampai sekarang. Akibat dari perbuatan pelaku, korban sekarang hamil kurang lebih 6 bulan,” kata Adhy, Selasa (3/8).

Menurut Adhy, pelaku sangat bernafsu setelah melihat anaknya mandi tidak menggunakan pakaian dalam. Dengan paksaan pelaku, korban tidak bisa berbuat apa-apa lantaran masih kecil, sehingga pelaku dengan mudah melampiaskan nafsunya.

Peristiwa tersebut akhirnya diketahui setelah ibu korban, Rus menceritakan perbuatan suaminya yang sering menyetubuhi anak perempuan mereka kepada keluarganya saat datang ke barak mereka. Terakhir, suaminya melakukan perbuatan tersebut pada Senin (26/7) sekitar pukul 04.00 WIB.

“Pelaku berhasil diamankan di rumahnya tanpa melakukan perlawanan. Sekarang pelaku masih dalam pemeriksaan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Katingan. Pelaku dikenakan Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun,” kata Adhy. c-sus

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *