Pasien Isoman Tak Boleh Bepergian

  • Bagikan
Ilustrasi

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Kasus Covid-19 di Kalimantan Tengah mengalami lonjakan drastis. Dikutip dari laman resmi Satgas Penanggulangan Covid-19, sampai Senin (2/8), jumlah yang terkonfirmasi tercatat 35.043 kasus. Adapun yang telah sembuh 30.194 kasus, masih dalam perawatan 3.702 dan meninggal 1.147 orang.

Bagi pasien positif Covid-19 yang tidak memiliki gejala parah atau mungkin tak menunjukkan gejala sama sekali, biasanya oleh dokter akan diminta melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah. Ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan pada saat sedang isoman.

Pelaksana Tugas Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Kalteng Erlin Hardi menyampaikan, tentunya menjadi kebersamaan semua pihak untuk sadar akan protokol kesehatan (prokes) yang sudah disampaikan secara terus menerus. Kalau tidak, kasus akan terus membeludak, maka makin banyak yang dirawat di rumah sakit maupun isoman.

“Karenanya isoman itu baiknya terpusat, sehingga memudahkan dari segi pengawasan dan pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan. Namun, apa yang terjadi sekarang dan bisa seperti itu karena keterbatasan tenaga kesehatan kita dari sisi jumlah untuk bisa melayani semua,” kata Erlin, Selasa (3/8).

Untuk pencegahan dan menurunkan angka kasus, imbauannya tetap sama. Selain testing, tracing dan treatment, (tes, telusur dan tindak lanjut) yang harus maksimal, juga masyarakat perlu melaksanakan 5M, mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilisasi, ditambah vaksinasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng dokter Suyuti Syamsul menyampaikan, sebaiknya yang menjalani isoman, kalau ada keperluan meminta tolong pada keluarga, tetangga terdekat atau perangkat pemerintah terdekat.

Tujuan isolasi untuk menghindari interaksi, kalau tetap jalan ke mana-mana, berarti tujuannya tidak akan tercapai. Sementara itu, sampai sekarang trennya masih naik. Kisaran 200 sampai dengan 300-an perhari, tentunya ini yang mau diturunkan dengan upaya 3T dan 5M.

Sementara, dikutip dari Kompas.com, beberapa hal yang tidak boleh dilakukan saat isoman di rumah: Jangan pergi bekerja, sekolah atau tempat umum, dan sebaiknya bekerja dari rumah jika memungkinkan. Jangan naik angkutan umum atau menggunakan taksi. Jangan keluar untuk membeli makanan dan obat, namun bisa memesan makanan secara online atau melalui telepon, atau minta seseorang untuk membawanya ke depan rumah. Kemudian jangan izinkan tamu datang ke rumah kecuali orang yang memberikan perawatan penting. Jangan pergi berolahraga di tempat publik namun sebaiknya olahraga di rumah atau di halaman.

Adapun sejumlah tips yang bisa dilakukan ketika isoman di rumah, terapkan prokes dengan selalu memakai masker bagi penderita maupun keluarga serumah, juga mencuci tangan secara berkala dan menjaga jarak antara anggota keluarga. Tempatkan pasien di ruangan atau kamar tersendiri yang memiliki ventilasi yang baik di mana ruangan memiliki jendela dan pintu yang terbuka.

Lakukan pembatasan pergerakan orang yang terinfeksi dengan hanya melakukan aktivitas di kamar tersendiri. Minimalkan berbagi ruang yang sama seperti kamar mandi dan dapur dengan pasien. Anggota lain sebaiknya tidur di kamar berbeda dan kasur yang berbeda.yml/k-com/hil

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *