PPKM Diperpanjang, Jangan Ributkan Level, Fokus Penyelamatan

  • Bagikan
Ilustrasi

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Pemerintah pusat secara resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sampai 9 Agustus 2021. Perpanjangan PPKM ini disampaikan Presiden RI Joko Widodo secara daring. Sejumlah daerah ditetapkan level berdasarkan tingkat kasus terkonfirmasi dalam beberapa waktu terakhir.

Kalimantan Tengah (Kalteng) berdasarkan pengumuman perpanjangan PPKM masuk dalam level 3. Ketentuannya, pekerjaan non-esensial kerja dari rumah atau work from home (WFH). Pekerjaan esensial beroperasi 100 persen dibagi menjadi 2 shift dengan protokol kesehatan ketat. Toko atau pasar kebutuhan sehari-hari bisa buka dengan kapasitas 50 persen dan tutup pukul 20.00 WIB.

Pasar rakyat, selain kebutuhan sehari-hari bisa buka dengan kapasitas 50 persen dan tutup pukul 15.00 WIB. Pusat perbelanjaan seperti mall dan plaza bisa buka dengan kapasitas 25 persen, dan tutup pukul 17.00 WIB. Pedagang kaki lima (PKL), barbershop dan sejenisnya bisa buka sampai pukul 20.00 WIB. Warung makan, PKL, lapak jajanan di ruang terbuka boleh beroperasi dengan kapasitas 25 persen dan buka hingga pukul 20.00 WIB.

Sementara pengunjung yang makan di tempat, diberi batas waktu maksimal 30 menit. Restoran di ruang terutup hanya melayani take away/delivery. Kegiatan belajar mengajar 100 persen daring. Tempat ibadah dibuka dengan kapasitas 25 persen, dan protokol kesehatan ketat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Kalteng Erlin Hardi menegaskan, pemerintah pusat sudah secara resmi mengumumkan perpanjangan PPKM dan levelnya untuk Kalteng. Namun, catatan penting dari PPKM itu bukan terletak pada levelnya, tapi pada penerapan dan disiplin masyarakat.

Meskipun Kalteng menerapkan PPKM level 3 atau 4, tegas Erlin Hardi, apabila masyarakat bandel dan tidak taat protokol kesehatan, artinya level berapa pun tidak ada artinya. Kalteng sekarang ini tingkat terkonfirmasi positif masih sangat tinggi, sehingga mari bersama fokus pada upaya penyelamatan, bukan meributkan permasalahan level PPKM yang ditetapkan.

“PPKM di Kalteng akan dilakukan pengetatan. Tujuannya hanya satu, menekan penyebaran angka terkonfirmasi positif. Mobilitas masyarakat diharapkan untuk dapat dikurangi, sehingga penyebaran virus tidak terus meluas. Sekarang ini tidak hanya pemerintah yang fokus pada penyelamatan nyawa, maupun kesehatan masyarakat, tapi juga tanggung jawab bersama,” kata Erlin Hardi, saat dikonfirmasi terkait PPKM di Kalteng, Selasa (3/8), di Palangka Raya.

Harapannya, kata Erlin Hardi, perpanjangan PPKM di Indonesia, termasuk di Kalteng, semakin menekan angka penyebaran Covid-19. Apabila mampu terus ditekan, maka aktivitas masyarakat dapat dilonggarkan pula. Ingat, kasus terkonfirmasi menurun bukan berarti masyarakat abai dalam menerapkan protokol kesehatan. Protokol kesehatan sudah menjadi hal yang biasa dan dilakukan setiap hari, meskipun pandemi ini berakhir.

Palangka Raya Level 4
Sementara itu, Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran menetapkan PPKM level 4 di Kota Palangka Raya yang sebelumnya masih level 3. Hal ini mengingat tingginya kasus konfirmasi positif dan kematian akibat Covid-19 di wilayah ini.

“Khusus wilayah Kota Palangka Raya, saya memutuskan untuk diterapkan PPKM level 4. Diperketat semua ini. Dilakukan dengan semangat untuk menyelamatkan serta melindungi masyarakat di Kalteng,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Kalteng, Selasa (3/8).

Dia telah menandatangani Surat Instruksi Gubernur Kalteng No.180.17/175/2021, tertanggal 2 Agustus 2021 tentang PPKM level 4 dan level 3, serta optimalisasi posko penanganan Covid-19 tingkat desa dan kelurahan di wilayah Provinsi Kalteng. ded/drn

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *