Dokter Meninggal, IDI Dukung Vaksinasi Booster

  • Bagikan
Sekretaris IDI Wilayah Kalteng dokter Tagor Sibarani

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Kasus positif virus Corona maupun yang meninggal mengalami peningkatan. Para dokter dan perawat juga tak luput dari infeksi Covid-19, bahkan ada yang sampai meninggal dunia. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Kalimantan Tengah ikut mendukung vaksinasi ketiga bagi tenaga kesehatan (Nakes) dalam memberikan perlindungan ganda.

Sekretaris IDI Wilayah Kalteng dokter Tagor Sibarani menyampaikan, meningkatnya kasus positif Covid-19 di Kalteng, para dokter diminta untuk perketat protokol kesehatan, sehingga tidak mudah terinfeksi virus Corona. Terbaru, ada satu orang dokter yang meninggal terkonfirmasi positif di Kalteng, kejadian ini menambah daftar panjang kasus kematian nakes di Bumi Tambun Bungai.

“Mohon maaf belum dapat data terupdate, tetapi yang meninggal ada satu orang lagi karena Covid-19,” kata Tagor ketika dihubungi via telepon, Senin (2/8/2021).

IDI Kalteng menyarankan kepada para dokter yang tetap menjalankan praktik di masa pandemi ini, agar optimalisasi layanan telemedicine, mengatur jadwal praktik dengan baik, sehingga seimbang jam kerja dan jam istirahat. Mengupayakan ruangan praktik yang baik seperti menggunakan hepafilter, sterilisasi, bahkan ruang tekanan negatif.

Kemudian tetap menggunakan APD sesuai level yang dianjurkan seperti masker N95, sarung tangan, face shield dan gown. Bagi usia-usia lansia (>60 tahun), memiliki komorbid, diharapkan menunda atau membuat praktik yang terjadwal.

Sementara itu, terkait vaksinasi ketiga bagi para nakes, IDI Kalteng sangat mendukung. Vaksinasi Moderna yang dikhususkan untuk booster. Ini sebagai perhatian pemerintah bagi nakes yang menjadi garda terdepan merawat pasien Covid dan sebagai bagian dari masyarakat. Dengan menjaga mereka, salah satunya memberikan booster vaksinasi untuk imunitasnya mereka bisa tetap melayani pasien-pasien.

“Karena ibarat bila nanti nakes tidak diproteksi lalu banyak yang sakit, maka tidak bisa dipungkiri layanan kesehatan pun pasti terkendala dan pasien-pasien pun akan sulit untuk dilayani. Dari perspektif ilmiahnya, ahli berpendapat bahwa bulan ke-6 pasca-operasi vaksinasi 1-2 ditemukan adanya penurunan antibodi sehingga  booster Moderna ini juga teramat penting,” imbuh Tagor.

Ditambahkan Ketua Umum IDI Wilayah Kalteng dokter Mikko U Ludjen, Sp.OG,  saat ini sudah ada imbauan dari IDI Pusat untuk yang muda mengurangi jam praktik, melakukan operasi sifatnya emergency, serta maksimalkan layanan telemedicine. Sementara dokter yang sudah masuk kategori lansia sudah tidak ada lagi yang praktik. yml/hil

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *