1.147 Meninggal, RS Tak Covidkan Orang  

  • Bagikan
1.147 Meninggal, RS Tak Covidkan Orang  

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Kasus kematian terkonfirmasi positif virus Corona di Kalimantan Tengah mengalami peningkatan signifikan. Terlihat dalam data harian yang dirilis Satgas Penanggulangan Covid-19 Kalteng, Senin (2/8), secara kumulatif mencapai 1.147 kasus kematian.

Kasi Humas RSUD Doris Sylvanus Cipta Yanatama menyampaikan imbauan kepada masyarakat, kalau ada gejala Covid-19 jangan tunggu sampai kritis, gejala berat, sesak napas, baru dibawa ke rumah sakit. Kasihan nanti sulit untuk memulihkan kondisinya sehingga meninggal.

“Jadi tolong jangan sudah kritis baru ke rumah sakit. Kalau sudah ada sesak sebaiknya langsung saja ke rumah sakit. Selama ini kasus kematian banyak di rumah sakit karena datang kondisinya sudah cukup parah dan tidak bisa tertolong lagi,” kata Cipta, Senin (2/8/2021).

Kondisi rumah sakit saat ini sudah penuh. Keterisian tempat tidur, terisi 178 dari 180 tempat tidur yang disediakan. Terisi dengan pasien berbagai kondisi dari berat sampai ringan. Pasien yang datang dalam kegawatdaruratan pasti ditangani, jangan apatis untuk ke rumah sakit. Oksigen siap 24 jam kepada pasien, meskipun kondisi penuh namun tetap diberikan pelayanan kegawatdaruratan.

Cipta juga mengajak masyarakat untuk tidak berpikiran bahwa rumah sakit mengcovidkan orang. Kalau memang pasien datang ke IGD, kemudian hasil swab PCR negatif, maka akan dirawat di ruang perawatan umum. Pasien yang dirawat di nonisolasi juga banyak. Artinya, tidak ada praktik mengcovidkan orang di rumah sakit, tetapi memang pada saat menerima pasien, tetap menggunakan protokol kesehatan saat melakukan pemeriksaan.

Sementara itu, stok oksigen masih cukup untuk seminggu ke depan. Stok sampai dengan Sabtu (31/7), di angka ini 11,181 m3 dan ada penambahan 9 ton Senin sore, diangkut dari Pelabuhan Kumai. Begitu juga stok obat Covid di rumah sakit dalam kondisi masih aman.

Ditambahkan Ahli Epidemiologi Rini Fortuna, untuk menurunkan kasus kematian, yang perlu diperkuat melakukan testing dan tracing. Dua hal ini berpengaruh terhadap naiknya kesembuhan. Artinya, penemuan kasus dini untuk mencegah kematian di samping masyarakat menerapkan prokes dengan ketat. yml

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *