Pemprov Akan Lebih Perketat PPKM

  • Bagikan
ILUSTRASI/PPKM DIPERKETAT

PALANGKA RAYA- Pj Sekda Kalteng J Nuryakin memimpin secara langsung rapat teknis penanganan Covid-19 di wilayah Kota Palangka Raya, dari Aula Eka Hapakat Kantor Gubernur Kalteng, Jumat (30/7). Dalam pertemuan itu membahas menyangkut penerapan PPKM Level 3 yang diperketat atau PPKM Level 4 di Kota Palangka Raya.

Menurut Nuryakin, tujuan dari pertemuan itu adalah menurunkan jumlah kasus konfirmasi harian di Kota Palangka Raya hingga di bawah 50 persen, dari rata-rata harian dalam 14 hari terakhir.

”Selain itu, menaikkan angka kesembuhan harian Covid-19 di wilayah Kota Palangka Raya, menurunkan jumlah kasus kematian harian Covid-19 di wilayah Kota Palangka Raya sampai di bawah 50 persen, dari rata-rata harian dalam 14 hari terakhir,” ujarnya di sela-sela pertemuan.

Tujuan lainnya, jelas dia, menurunkan Bed Occupancy Rate (BOR) Harian Covid-19 untuk rumah-rumah sakit di Kota Palangka Raya sampai di bawah 60 persen. Maka, pada penetapan PPKM Level 3 yang diperketat atau PPKM Level 4 di wilayah itu, perlu menggunakan sejumlah strategi. Misalnya, yang pertama, testing masif sesuai target testing harian berbasis sasaran, sesuai dengan pemetaan.

“Di antaranya testing seluruh kontak erat, testing seluruh suspek, testing dengan tujuan deteksi dini kasus berbasis kelompok target (RT, RW, dan komunitas) dan testing dengan tujuan screening terhadap seluruh pelaku perjalanan keluar masuk Kota Palangka Raya,” ujarnya.

Lalu yang kedua, melaksanakan tracing secara tuntas terhadap seluruh kontak erat kasus konfirmasi Covid-19 dengan penanganan. Misalnya, melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing terhadap seluruh kontak erat yang testing antigen negatif, namun belum testing PCR dan melaksanakan isolasi terpusat terhadap seluruh kontak erat yang hasil testing antigen positif, tetapi belum testing PCR.

Yang ketiga, melakukan perawatan secara komprehensif sesuai dengan beratnya gejala. Misalnya, hanya pasien bergejala sedang, berat dan kritis yang perlu dirawat di rumah sakit. Lalu juga pada pasien tanpa gejala dan bergejala ringan, yang dirawat di pusat isolasi mandiri ditetapkan pemerintah. “Keempat, melaksanakan pembatasan pergerakan orang dalam wilayah Kota Palangka Raya secara tepat sesuai hasil pemetaan zonasi sebaran kasus aktif dengan melakukan pengetatan kriteria zonasi RT dari 7 hari menjadi 14 hari,” ujarnya.

Kemudian yang kelima, melaksanakan pengetatan PPKM Level 3 dalam rangka pembatasan aktivitas masyarakat di wilayah Kota Palangka Raya. Terakhir, melaksanakan pemberian bantuan sosial dan bantuan ekonomi.

Terkait itu, Pj Sekda Kalteng H Nuryakin menyampaikan Pemprov ingin penerapan PPKM diperketat di Kota Palangka Raya.

“Kami jelaskan apakah secara teknis katakanlah level 3, tetapi keinginan dari Pemprov Kalteng bahwa ini PPKM yang diperketat,” jelasnya. Sesuai dengan petunjuk pimpinan, ucapnya, perlu adanya pengaturan dengan pembatasan orang.

Misalnya, orang masuk ke Kota Palangka Raya maupun keluar, serta harapan adanya intervensi dari Pemprov untuk kegiatan ekonomi, esensial yang berkaitan dengan perekonomian masyarakat, hingga pelaksanaan ibadah.

Pria murah senyum itu juga menambahkan, untuk Perwali diharapkan bisa lebih dipertegas lagi, sebelum peraturan itu dibuat maupun dikeluarkan.

Intinya, ujar Nuryakin, mesti ada koordinasi dengan BPBD Provinsi, yang artinya keinginan level provinsi dan kota mesti disamakan dalam lingkup frekuensinya. drn

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *