Pelabuhan Batanjung Mangkrak

  • Bagikan
Gambar (site plan) pembangunan pelabuhan Batanjung. Inset A Teras Narang

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Berbagai hal yang terjadi di Kalimantan Tengah (Kalteng), tidak luput dari perhatian anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng Agustin Teras Narang. Itu semata-mata untuk meningkatkan pembangunan yang lebih baik bagi masyarakat di masa-masa akan datang.

Baru-baru ini, Gubernur Kalteng periode 2005-2015 ini menyoroti kondisi Pelabuhan Batanjung yang mangkrak pembangunannya. Padahal, potensi yang dimiliki Pelabuhan Laut Batanjung di Kabupaten Kapuas ada begitu banyak, khususnya menopang ekonomi masyarakat dan juga menopang Program Lumbung Pangan atau Food Estate.

Anggota DPR RI periode 1999-2004 ini menyampaikan, masalah Pelabuhan Batanjung menjadi salah satu sorotan, setelah mendapat laporan dari masyarakat yang disampaikan oleh Camat Kuala Kapuas Inop. Proyek yang menelan nilai miliar rupiah ini sangat disayangkan apabila dibiarkan mangkrak dan tidak diselesaikan.

Pembangunan Pelabuhan Batanjung di Kabupaten Kapuas yang berlarut-larut dan belum juga beroperasi telah disorot oleh Presiden Joko Widodo. Mangkraknya penyelesaian karena tidak terintegrasi dengan infrastruktur lainnya, menimbulkan banyak potensi yang tidak dapat dioptimalkan di daerah.

“Saya mendesak pemerintah pusat, dalam hal ini Menteri Perhubungan RI agar segera menuntaskan pembangunan Pelabuhan Laut Batanjung di Kabupaten Kapuas, sehingga dapat dipergunakan. Cukup banyak biaya yang dikeluarkan pemerintah, baik pusat maupun daerah untuk membangun pelabuhan ini,” kata Teras, dalam rilisnya, Minggu (1/8).

Teras meminta Kementerian Perhubungan dapat bersinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk membangun jalan. Infrastruktur pelabuhan ini juga mendesak bila pemerintah serius mengembangkan Food Estate di Kalteng. Mengingat sebuah proyek nasional mesti terintegrasi dengan baik bersama seluruh infrastruktur terkait.

Pentingnya pelabuhan ini ditindaklanjuti, mengingat juga ada Program Food Estate di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau di Kalteng. Pelabuhan Batanjung sendiri merupakan proyek yang sudah lama diharapkan berjalan. Awalnya pelabuhan ini diharapkan akan terintegrasi dengan jaringan rel kereta di Kalteng sepanjang 480 km, yang saat itu digadang-gadang jadi moda transportasi masa depan di pulau kalimantan.

“Sejak saya memimpin, pelabuhan ini sudah didorong perannya. Diharapkan agar langkah penuntasan Pelabuhan Batanjung dapat terwujud, sehingga tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar. Perlu langkah evaluasi dan perencanaan ulang. Syukur bila tahun ini juga pembangunan jalan yang terbengkalai dapat dilanjutkan sehingga Pelabuhan Batanjung dapat segera beroperasi dan tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi negara,” kata Teras.

Sementara itu, Camat Kuala Kapuas Inop mengatakan, kondisi pelabuhan yang sudah menghabiskan dana ratusan miliar tersebut, saat ini tidak memiliki perkembangan. Pihaknya pun meminta agar Pelabuhan Batanjung dapat segera dituntaskan untuk menopang perekonomian dan meningkatkan pendapatan daerah.

“Tidak ada kemajuan sehingga mangkrak. Kami mohon agar pemerintah pusat memerhatikan, apalagi Food Estate sudah jalan, sehingga pelabuhan itu perlu segera difungsikan,” harap Inop. ded

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *