Perlukah Palangka Raya Lockdown 3 Hari?

  • Bagikan
Ketua DPRD Kota Palangka Raya Sigit K Yunianto dan Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Jumlah penderita dan angka kematian pasien Covid-19 di Kalimantan Tengah terus bertambah. Hingga Senin (26/7), data yang dikeluarkan Satgas untuk wilayah Kalteng tercatat terkonfirmasi positif 32.606 atau bertambah 436, dalam perawatan 3.380 atau bertambah 139 dan yang meninggal sedikitnya 991 atau bertambah 15.

Sedangkan di Kota Palangka Raya, terkonfirmasi positif ada 9.262 atau bertambah 150, dalam perawatan 1.356 atau bertambah 91 dan meninggal 318 atau bertambah 7.

Melihat tren yang terjadi dalam data tersebut, Ketua DPRD Kota Palangka Raya Sigit K Yunianto berpendapat, wacana melakukan lockdown di wilayah Kota Palangka Raya menjadi sangat mungkin dalam upaya melandaikan angka penyebaran Covid-19.

Sekretaris DPD PDIP Kalteng itu juga menyarankan agar Pemerintah Kota Palangka Raya segera ambil keputusan untuk menutup seluruh kegiatan masyarakat selama 3 hari, sambil mengevaluasi perkembangan pandemi di Kota Cantik ini.

“Kami sudah sampaikan kalau kondisi begini lebih baik close dulu daripada lebih parah. Ini untuk kepentingan masyarakat semuanya,” kata Sigit kepada Tabengan, Senin (26/7).

Sigit juga meminta ketaatan masyarakat dalam menjalankan prokes dan kerja sama dengan pihak-pihak terkait, agar Kota Palangka Raya dapat segera keluar dari pandemi ini.

Wali Kota Ikuti Inmendagri

Sementara, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menyampaikan, Pemerintah Kota Palangka Raya akan mengikuti arahan yang terdapat dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) dalam upaya melandaikan angka penularan dan kematian akibat Covid-19.

Namun demikian, dengan semakin tingginya jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 dan meningkatnya angka kematian di wilayah Palangka Raya, Fairid mengakui pihaknya akan selalu siap menjalankan keputusan berjenjang. Mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi hingga pemerintah kota.

“Memang secara level kita dari level 4 ke level 3. Menurut saya sama saja, harus waspada. Kan sekarang malah hampir sebagian besar kabupaten juga level 3,” tuturnya. dsn

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *