Oksigen dan Obat Masih Terbatas

  • Bagikan
OKSIGEN- Pihak RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo Kapuas melakukan ‘jemput bola’ oksigen ke distributor wilayah Kalselteng.ISTIMEWA

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Penanganan wabah Covid-19 di Kalimantan Tengah (Kalteng) dihadapkan pada banyak tantangan berat. Penyebaran varian baru begitu cepat, perlu penanganan yang cepat pula. Dampaknya, kebutuhan obat-obatan dan oksigen juga semakin besar.

Direktur Rumah Sakit (RS) Siloam Palangka Raya dr Kevin Chrisanta

Direktur Rumah Sakit (RS) Siloam Palangka Raya dr Kevin Chrisanta menjelaskan, beberapa waktu lalu kondisi yang dihadapi RS Siloam Palangka Raya hampir sama dengan yang dihadapi oleh RS lain, yakni krisis oksigen. Menyikapinya, RS Siloam Palangka Raya menempuh sejumlah kebijakan demi menjaga ketersediaan oksigen.

“RS Siloam Palangka Raya memang sudah mendapatkan pasokan oksigen lagi. Namun, jumlah yang diberikan supplier relatif terbatas. Ditargetkan, oksigen yang sudah tersedia ini mampu bertahan selama 3 hari ke depan, sampai pasokan datang. Namun demikian, ketersediaan oksigen ini tidak akan bertahan lama. Apabila ada pasien yang mengalami perburukan, sehingga memerlukan lebih banyak oksigen,” kata dr Kevin, saat dikonfirmasi terkait ketersediaan oksigen dan obat, Selasa (27/7).

Permasalahan lain yang juga dihadapi adalah ketersediaan obat untuk penanganan pasien Covid-19. Seperti diketahui, ada beberapa jenis obat yang dipergunakan dalam memulihkan atau menyembuhkan pasien Covid-19, seperti Remdesivir, Favipiravir, Azithromycin dan vitamin C injeksi.

Berdasarkan informasi dari distributor, kata dr Kevin, barang memang kosong. Sekarang ini stok obat yang tersedia untuk mengobati pasien Covid-19 masih cukup. Namun, ketersediaan obat untuk pasien Covid-19 ini hanya mampu bertahan selama 2-3 hari. Ketersediaan ini tidak akan bertahan lama, apabila tidak ada pasokan obat dari distributor.

Tentunya, ungkap dr Kevin, permasalahan obat dan oksigen di RS Siloam Palangka Raya diupayakan semaksimal mungkin terpenuhi. Meskipun kondisi obat dikatakan krisis dan oksigen terbatas, RS Siloam Palangka Raya berupaya memberikan pelayanan semaksimal mungkin bagi pasien yang terpapar Covid-19. Sejumlah kebijakan diterapkan, demi memaksimalkan pelayanan bagi masyarakat.

Terpisah, Humas RSUD Kota Palangka Raya dr Hendra mengatakan, stok obat terapi Covid-19 sejauh ini masih tercukupi. Karena stok obat selalu terjaga jangan  sampai obat habis. Pemberian obat-obatan juga tidak terpaku pada satu golongan obat saja.

Misalnya antivirus, RSUD Kota memiliki 3 pilihan, Remdesivir, Favipiravir dan Oseltamivir. Demikian juga antibiotik ada Azitromycin, Moxifloxacin dan Levofloxacin.
“Jadi seandainya salah satu obat habis pun, kita masih punya alternatif obat lain. Tentunya pemilihan obat juga disesuaikan kondisi pasien,” bebernya.
Sedangkan oksigen, menurut Hendra, Senin pagi sudah mendapatkan suplai 80 tabung oksigen yang diperkirakan bisa bertahan sampai dengan Selasa siang.

RSUD Kapuas Jemput Oksigen ke Kalsel

Sementara itu, masyarakat Kabupaten Kapuas diminta tidak usah khawatir terkait kelangkaan oksigen. Sebab, pihak RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo Kapuas sudah mengantisipasinya dengan cara ‘jemput bola’ ke PT Samator Banjarbaru selaku distributor wilayah Kalselteng.

“Memang kita sempat khawatir akan adanya isu ini, namun dari penjelasan pihak Samator selaku distributor kita selama ini bahwasanya kendala yang mereka hadapi adalah keterlambatan pengiriman saja. Untuk saat ini secara jemput bola karena wilayah atau RS lain juga sangat memerlukan. Kita sudah mendapatkan 35 tabung, namun kita harapkan sebelum 4 hari nanti kita sudah mendapatkan lagi setidaknya 50 tabung lagi,” kata dr Agus Waluyo, Direktur RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo Kapuas, Selasa.

Menurut Agus, hingga saat ini pihaknya juga sudah mengirimkan armada pengangkut Oksigen yang disiagakan di  Kantor Samator Banjarbaru untuk menunggu pengiriman yang akan datang. Sebab, kalau tidak begitu takutnya justru tidak akan kebagian, karena kondisi di sana seluruh armada RS pengangkut oksigen yang ada,  baik dari Kalsel maupun Kalteng antre menunggu pengiriman datang.

Dia juga mengimbau, di tengah pandemi Covid-19 ini agar semua selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Jangan lupa ikuti aturan protokol kesehatan, sebab saat ini untuk ruang BOR RSUD Kapuas yang menampung pasien Covid-19 sudah penuh.

“Jangan anggap sepele wabah ini, tetap taati aturan prokes, terapkan hidup bersih dan sehat. Doa saya semoga kita semua diberi keselamatan dan kesehatan, amin,” katanya. dsn/ded/c-yul

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *