COVID-19 KALTENG – Kematian Tembus 1.008 Kasus

  • Bagikan
ILUSTRASI/UPDATE COVID-19 KALTENG

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Kasus kematian terkonfirmasi positif virus Corona di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menjadi perhatian ahli epidemiologi, terutama dalam Juli ini terjadi lonjakan yang cukup drastis. Sejak Maret 2020 sampai Selasa (27/7), secara kumulatif kematian mencapai 1.008 orang.

Ketua Cabang Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Kalteng Rini  Fortina menyampaikan, kecenderungan kasus baru minggu ke-73 masa pandemi Covid-19 ini, pertumbuhan kasus baru sebanyak 1.962 dengan rata-rata harian 280 kasus per hari.

Kasus konfirmasi mingguan menurun 1 persen dari minggu sebelumnya. Pertumbuhan kasus baru 2 minggu terakhir masih di 1.900 lebih per minggu. Kasus baru 2 minggu terakhir ini merupakan tertinggi dari seluruh pertumbuhan kasus mingguan selama pandemi. Peningkatan kasus baru menurun, namun belum bermakna.

“Perbandingan kecepatan pertumbuhan kasus konfirmasi Covid-19 lebih dari kesembuhan merupakan salah satu indikasi semakin buruknya status kesehatan masyarakat. Jumlah kasus konfirmasi lebih tinggi dari jumlah kesembuhan sebesar 27,9 persen data sampai 25 Juli, pertumbuhan kasus positif konfirmasi sebesar 205,1 persen dibandingkan Juni lalu dan kesembuhan sebesar 185,1 persen dibanding Juni lalu,” kata Rini, Selasa (27/7).

Sementara jumlah kematian bulanan, terjadi peningkatan dari sebelumnya. Ini merupakan salah satu indikator mulai gagalnya pengendalian kematian. Penambahan kasus kematian pada Juli ini data sampai Minggu (25/7), sebanyak 292 kematian atau 320 persen dari Juni lalu. Adapun tren kematian minggu ini melonjak 71,2 persen dari minggu lalu.

Kondisi kesehatan masyarakat minggu ini belum terkendali dan belum aman. Estimasi risiko terlihat mulai menurun, namun cenderung fluktuatif mendatar. Artinya risiko sakit dari paparan penularan masih terus berlangsung. Jumlah kasus terlihat menurun, namun belum signifikan.

PAEI menyarankan disiplin protokol kesehatan dan tetap di rumah, merupakan pencegahan sakit yang terbaik. Setiap unsur pengendali berkoordinasi dan bekerja sama dengan lebih kuat dari sebelumnya agar kondisi kesehatan masyarakat dapat terkendali dengan cepat.

Tindakan kedaruratan dilaksanakan untuk antisipasi lonjakan jumlah kasus dan mencegah kematian, terutama di rumah sakit untuk mengurangi jumlah kematian. yml

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *