Stok Oksigen di Kalteng Hanya Cukup Seminggu 

  • Bagikan
ILUSTRASI KRISIS OKSIGEN/NET

*RSUD dr Murdani Mulai Krisis

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Kasus positif Covid-19 di Kalimantan Tengah terus mengalami lonjakan. Dari Maret 2020 sampai Senin (26/7) kemarin, secara kumulatif sudah menginfeksi 32.606 orang, sembuh 28.235 orang, dalam perawatan 3.380 dan yang meninggal 991 orang. Lonjakan kasus ini menyebabkan kebutuhan oksigen meningkat, sehingga stok semakin menipis.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng dokter Suyuti Syamsul menyampaikan, lonjakan kasus Covid-19 menyebabkan sejumlah fasilitas kesehatan mulai mengalami kesulitan persediaan oksigen. Terpaksa saling meminjam antara satu dan yang lain demi memenuhi permintaan. Oksigen merupakan bagian vital di rumah sakit, terutama bagi mereka yang positif Covid-19.

“Persediaan oksigen di fasilitas kesehatan, paling lama cukup untuk 7 hari saja di seluruh Kalteng. Sejumlah fasilitas kesehatan saling meminjam untuk mengatasi kekurangan persediaan,” kata Suyuti, Senin.

Kendati demikian, sejumlah rumah sakit mendapatkan pasokan oksigen dari distributor. Terkait stok oksigen ini, Suyuti sudah sampaikan kepada pimpinan dan berharap dapat kerja sama dengan semua pihak seperti perusahaan tambang, peleburan emas dan besi yang memiliki persediaan oksigen bisa meminjamkan kepada fasilitas kesehatan yang stoknya hampir habis. Sangat berisiko kalau persediaan oksigen habis, karena oksigen merupakan salah satu hal vital dalam penanganan Covid-19.

Penggunaan oksigen antara pasien umum dan pasien Covid-19 berbeda. Jika rata-rata pasien umum dengan penyakit biasa menghabiskan 4-5 liter per menit, pasien Covid-19 ada yang bahkan sampai 48 liter per menit per pasien. Di tengah terjadinya lonjakan kasus, maka kebutuhan oksigen meningkat dan tentu akan cepat habis jika pasokan lambat.

Menurut Suyuti, jalan satu-satunya agar di fasilitas kesehatan tidak kosong persediaan adalah meminjam di fasilitas kesehatan yang lain sambil menunggu pasokan datang. Fasilitas kesehatan yang persediaannya masih banyak, bisa meminjamkannya terlebih dahulu ke fasilitas kesehatan lainnya yang kekurangan. Namun, tidak semua fasilitas kesehatan bisa saling meminjam seperti  rumah sakit yang sendirian di suatu daerah.

Di tengah permasalahan ini, lanjut Suyuti, bukan berarti tinggal diam. Mereka terus berupaya menanganinya dengan berbagai cara, misalnya mendesak distributor untuk menambah jumlah pasokan. Pemprov Kalteng sudah memberitahukan secara tertulis ke kementerian terkait, tembusan surat ke Sekjen Kemenkes dan direspons untuk segera dikoordinasikan kondisi tersebut dan diharapkan bisa mendapatkan dukungan mengatasinya. Diharapkan dalam waktu dekat segera mendapat tambahan pasokan oksigen lagi guna memenuhi kebutuhan dalam penanganan pasien.

Sementara itu, Kabupaten Kotim juga  mulai kekurangan stok oksigen. Hal itu dikarenakan terus bertambahnya jumlah penderita Covid-19, di wilayah itu. Bupati Kotim H Halikinnor mengaku sudah mengecek ketersediaan oksigen di PT Samator untuk pasokan di RSUD dr Murjani Sampit.

“Pasokan oksigen yang kita miliki hanya ada 150 tabung. Itu kita prediksi kurang, jika melihat kondisi kasus yang terus meningkat,” kata Halikinnor, Senin (26/7).

Dirinya saat ini berupaya untuk memenuhi ketersediaan pasokan oksigen tersebut, Karena tidak ingin sampai di RSUD dr Murjani Sampit terjadi kelangkaan oksigen. Apalagi saat ini kebutuhan oksigen sangat diperlukan terutama untuk pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

Ia berharap ketersediaan pasokan ini juga dapat dipasok dari Pemerintah Provinsi Kalteng.yml/c-may

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *