23 Titik Panas Terpantau di Kalteng

  • Bagikan
PADAMKAN API- Tim gabungan ketika melaksanakan pemadaman api di wilayah Kabupaten Sukamara, baru-baru ini. ISTIMEWA

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Jajaran Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalimantan Tengah (Kalteng) terus bersiaga dalam menghadapi munculnya potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Apalagi dari data BMKG, sebagian wilayah di Indonesia berpotensi mengalami indeks curah hujan rendah pada Agustus-Oktober 2021.

Terkait itu, Plt Kepala BPBPK Kalteng H Darliansjah melalui Plt Kalaksa Erlin Hardi menuturkan, jajarannya terus melakukan ground check di lapangan saat ini bersama dinas terkait. Tujuannya tidak lain dalam upaya antisipasi dan penanganan terjadinya potensi karhutla.

Intinya, tegas dia, BPBPK Kalteng memperkuat upaya-upaya pencegahan dengan pelaksanaan sosialisasi dan edukasi melalui media sosial maupun elektronik.

“Isinya tidak lain informasi larangan membakar hutan dan lahan beserta sanksi maupun hukumannya,” ujarnya.

Menyangkut hotspot (titik panas) yang ada di Kalteng, pada Sabtu, 24 Juli 2021 pukul 00.00-18.00 WIB, terpantau sebanyak 23 titik. Di antaranya, Katingan 1 titik, Palangka Raya 1 titik, Kobar 1 titik, Kotim 2 titik, Lamandau 3 titik, Pulang Pisau 1 titik, Seruyan 1 titik dan Sukamara 3 titik.

Untuk titik-titik panas itu sendiri, pada tingkat kepercayaan di level medium kurang dari atau sama dengan 79 persen. Lalu untuk tingkat kepercayaan di level high medium lebih dari  atau sama dengan 80 persen, yaitu di Kabupaten Lamandau.

Karhutla yang hampir terjadi di setiap tahunnya perlu disikapi secara serius oleh pemerintah daerah. Hal itu bisa dilakukan melalui pencegahan lebih awal, dalam upaya mencegah bahaya yang lebih besar, bahkan tidak tertanggulangi.

”Pencegahan itu bisa dilakukan dengan pemantauan di lapangan serta penegakan hukum, bahkan sanksi bagi para pelaku pembakaran. Saat ini sudah mulai masuk musim kemarau dan tingkat panas yang sudah mulai tinggi,” pungkasnya. drn

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *