Kecamatan Mantangai Layak Dimekarkan? Ini Kata Teras Narang

  • Bagikan
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustin Teras Narang

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM  – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustin Teras Narang menggelar pertemuan dengan Camat Mantangai, para kepala desa, Kapolsek, Babinsa, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat se-Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, dalam agenda reses melalui zoom meeting, Senin (26/7).

Teras mengatakan, ada hal menarik yang disampaikan para peserta pertemuan itu. Mulai dari usulan dilakukannya pemekaran Kecamatan Mantangai, pelayanan keuangan tingkat kecamatan dan desa, pembangunan Anjungan Tunai Mandiri (ATM), hingga kondisi sejumlah desa yang mengalami blank spot, maupun pelaksanaan vaksinasi.

Teras menegaskan, permintaan pemekaran Kecamatan Mantangai sebuah usulan yang sangat baik dan didukung penuh, agar dapat segera direalisasikan. Kecamatan Mantangai layak dimekarkan karena wilayahnya sangat luas dan jumlah desa yang dinaungi mencapai 38 desa.

Menurutnya, usulan ini memang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah kabupaten maupun provinsi. Apa yang diusulkan untuk menambah atau memekarkan Kecamatan Mantangai memang sebuah usulan yang baik, segera disampaikan ke Pemerintah Provinsi Kalteng.

Masalah blank spot, jelas mantan Gubernur Kalteng periode 2005-2015 ini, diketahui terdapat 6 desa yang blank spot. Permasalahan ini akan segera disampaikan dalam rapat kerja dengan Menteri Komunikasi dan Informatika. Pemerintah sedang merencanakan pada 2022 mendatang seluruh wilayah desa di Indonesia dapat terjangkau oleh internet.

“Saya setuju dengan adanya keterbukaan di era keterisolasian. Saya ingat jargon saya pada masa itu. Jargon kami itu membuka keterisolasian. Mudahan ini bisa terealisasi dengan baik. Namun, seluruh rencana pemerintah tentu akan dilakukan bertahap dengan luasnya wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, tantangan pendirian BTS yang tidak murah hingga isu kelistrikan. Secara prinsip, mendukung Camat Mantangai dalam membuka keterisolasian,” kata Teras dalam rilisnya, Senin.

Senator asal Kalteng itu juga menyatakan, akan membantu mengomunikasikan kepada Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar mengingatkan sekaligus meminta seluruh perbankan di negara ini membuka pelayanan hingga ke tingkat kecamatan dan pedesaan. Perlu adanya layanan perbankan, termasuk ATM di Kecamatan Mantangai, akan menjadi perhatian serius dan segera menghubungi BI, OJK serta Bank Pembangunan Daerah atau Bank Kalteng.

Terakhir, kata Teras, kondisi ketersediaan vaksin yang terbatas. Sekarang ini antusiasme masyarakat terhadap vaksin meningkat akibat regulasi terkini. Hal ini akan dikoordinasikan lebih lanjut. Terlebih perlu penyelarasan waktu vaksin, antara dosis kedua bagi penerima dengan vaksin dosis pertama. Pihaknya berharap, terkait vaksin ini agar bisa lekas diatasi oleh pemerintah agar jangan sampai ada yang sudah lebih dari satu bulan mendapat vaksin pertama, tapi belum juga mendapat vaksin kedua.

Sebelumnya, Camat Mantangai Yubderi menyatakan, idealnya wilayah yang dipimpinnya ini terbagi menjadi 3 kecamatan yang terdiri dari 10 desa masuk lingkar luar, 14 desa masuk Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas, dan 14 desa berada di eks Transmigrasi Lamunti.

Luasnya wilayah kecamatan, menurutnya menimbulkan banyak tantangan. Kondisi begini ada banyak kendala dan kesulitan. Ilustrasinya kecamatan ini mestinya dibagi jadi 3 kecamatan.

Supaya persoalan bisa cepat, tepat dan akurat. Ini faktor geografis pertama. Harapannya dapat dilakukan pengembangan wilayah di Kecamatan Mantangai yang cukup luas. Mulai dari gagasan pemekaran wilayah, infrastruktur internet hingga perbankan serta isu terkini penanganan dan vaksinasi Covid-19. ded

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *