Masyarakat Masih Banyak Tidak Disiplin Prokes

  • Bagikan
Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Kalteng Erlin Hardi

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Penyebaran virus Corona di Kalimantan Tengah (Kalteng) masih tinggi. Beberapa pekan terakhir, angka terkonfirmasi positif Covid-19 di Kalteng 200 orang setiap harinya, bahkan ada yang mencapai 300 orang dalam sehari. Angka meninggal dunia pun mengalami kenaikan cukup signifikan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Kalteng Erlin Hardi menegaskan, potensi penyebaran dan penularan Covid-19 di Kalteng masih akan cukup tinggi. Penyebabnya, masyarakat masih tidak disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes). Masih sering berkerumun.

Kalteng, kata Erlin, seharusnya menerapkan prokes dengan ketat. Langkah inilah satu-satunya menurunkan angka penyebaran Covid-19 lebih luas lagi. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) adalah upaya yang dilakukan pemerintah demi menekan penyebarannya.

“Virus Covid-19 masih mungkin akan terus mengalami kenaikan, sebab masyarakat masih sering berkerumun. Kerumunan inilah yang menjadi carrier atau pembawa virus ke rumah, dan ditularkan kepada keluarga di rumah. Kerumunan inilah yang harus dihentikan demi mencegah penularan. Sekarang ini klaster sangat rendah terjadi, yang ada justru pembawa dari luar ke dalam rumah dan menularkan ke keluarga,” kata Erlin, di Palangka Raya, Minggu (25/7).

Erlin mengakui, penerapan prokes ketat wajib dilakukan dan berdampak pada banyak sektor, salah satunya ekonomi. Namun, langkah ini harus ditempuh, meskipun sulit demi menurunkan angka penyebaran virus berbahaya ini. Apabila masyarakat mau dan mampu menjalankan prokes dengan ketat, bukan tidak mungkin pandemi Covid-19 di Kalteng dapat diatasi dengan baik.

Pergerakan warga di Kalteng, ungkap Erlin, sekarang ini masih cukup tinggi. Apabila tidak diatasi dan disadari masyarakat, maka kasus terpapar Covid-19 masih akan terus terjadi. Dibutuhkan kesadaran masyarakat dalam menjalankan prokes dengan disiplin. Apabila memang tidak ada kegiatan yang mendesak, masyarakat diminta untuk tidak keluar rumah, demi menekan pergerakan dan mencegah kerumunan, sehingga penyebaran virus dapat diturunkan. ded

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *