Palangka Raya Krisis Oksigen

  • Bagikan
OKSIGEN - Salah satu suplier oksigen di Kota Palangka Raya, Minggu (25/7).TABENGAN/YULIANUS

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Seiring dengan meningkatnya angka positif Covid-19 di Kota Palangka Raya, kebutuhan oksigen naik berlipat-lipat dibandingkan dengan situasi sebelum pandemi. Akibatnya, Palangka Raya mengalami krisis oksigen.

Imam, salah satu distributor oksigen di Jalan Yos Sudarso, membenarkan bahwa pengisian oksigen beberapa waktu terakhir ini juga mengalami kendala, bahkan ada beberapa tabung belum dapat diisi.

“Untuk sekarang ini dari PT Samator Banjarmasin dikhususkan hanya untuk keperluan RS. Depo pengisian oksigen di Palangka Raya tergantung dari sana. Karena tidak punya alat dan produksi oksigen sendiri,” kata Imam kepada Tabengan melalui telepon genggam, Sabtu (24/7).

Terpisah, Marketing RS Betang Pambelum Palangka Raya Setni via pesan WhatsApp menyampaikan, penggunaan oksigen untuk Sabtu (24/7) malam, tidak ada restock dan masih ada sampai beberapa hari ke depan.

Sedangkan persediaan di RS Perluasan Batu Suli Palangka Raya, dr Probo Wuryantoro mengkonfirmasi bahwa mengalami kekurangan. Namun demikian, ia berharap sekalipun dalam keterbatasan masih dapat memberikan pelayanan terbaik baik pasien yang dirawatnya.

Menipisnya stok oksigen juga dirasakan oleh RSUD Kota Palangka Raya. Melalui Humasnya, dr Hendra mengakui pasokan oksigen dari distributor tidak seperti biasanya. Namun demikian, hingga saat ini oksigen masih tercukupi untuk pasien yang dirawat, dengan catatan pada prioritas pasien sangat perlu dengan gejala sesak napas berat.

“Untuk pasien yang mengeluh sesak namun pada pemeriksaan fisik tidak terjadi penurunan saturasi oksigen (kadar oksigen dalam darahnya masih cukup baik), tidak kita berikan oksigen dulu,” terangnya.

Dijelaskan Hendra, pasien dengan sesak berat yang dibantu oksigen, target saturasi oksigennya dimaksimalkan di angka 95 persen. Sedangkan dalam satu hari oksigen yang dikirim berkisar antara 40-60 tabung. Tabung yang kosong ditukar dengan tabung baru sejumlah yang sama.

Hal yang sama pun disampaikan Rini, Humas RS PKU Muhammadiyah. Menurutnya, suplai oksigen memang terbatas dari distributor, tapi pihak RS PKU Muhammadiyah tetap mengusahakan yang terbaik.

Kepala Seksi Humas RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya Cipta Yanatama menyampaikan, oksigen salah satu hal vital yang sangat diperhatikan manajemen selama pandemi ini. Dari awal pandemi mereka sudah koordinasi dengan vendor (pemasok) agar tidak ada kendala dalam pasokan oksigen dan sampai saat ini pasokan masih lancar sehingga persediaan masih ada.

“Stok oksigen di RSUD Doris Sylvanus masih tercukupi. Bahkan, kemarin (Sabtu) baru masuk lagi 12.000 kg untuk stok oksigen sentral. Pagi ini (Minggu) masuk 25 tabung oksigen 6 kubik dan sore harinya direncanakan 60 tabung lagi yang masuk,” kata Cipta, Minggu (25/7).

Dia menegaskan, persediaan oksigen cair di oksigen sentral sekitar 20.000 kg dan persediaan oksigen sentral sekitar 1.000 kg. Untuk tabung 6 kubik sekitar 50 tabung ini ditukar setiap hari untuk diisi. Stok oksigen diperkirakan dapat bertahan hingga 20 hari ke depan.

Direktur RS Siloam Palangka Raya dr Kevin Chrisanta menyampaikan, sama dengan beberapa RS lain yang ada di Palangka Raya, RS Siloam Palangka Raya juga mengalami krisis oksigen. Namun, RS Siloam berupaya semaksimal mungkin dalam memberikan pelayanan, khususnya bagi mereka yang memerlukan oksigen.

“Kondisi ketersediaan oksigen di RS Siloam Palangka Raya juga mengalami krisis. Pemasok atau supplier oksigen untuk RS Siloam mengaku kesulitan untuk memasok kebutuhan oksigen. Atas apa yang disampaikan itu, RS Siloam tentunya harus mengambil kebijakan dalam memberikan pelayanan bagi pasien yang membutuhkan oksigen,” kata Kevin, Minggu.

Tanggapan Pemerintah

Menanggapi krisis oksigen yang dihadapi semua RS di Palangka Raya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya drg Andjar Hari Purnomo mengatakan, jajaran pemerintah, baik provinsi maupun kota telah berupaya dan berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk mengatasi hal tersebut.

Harapannya dalam waktu sesegera mungkin krisis oksigen di Palangka Raya dapat teratasi, sehingga perawatan bagi pasien Covid-19 tidak terkendala. “Mudah-mudahan upaya tersebut segera membuahkan hasil,” kata Andjar, Minggu.

Sementara, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, pihaknya telah berkordinasi dengan instansi-instansi termasuk dengan para distributor oksigen. Dia juga menjamin keperluan oksigen akan kembali tersedia dengan sesegera mungkin.

Fairid mengakui ada sedikit keterlambatan dalam pengiriman, sehingga keperluan oksigen di Palangka Raya sempat terkendala.

“Sudah ada beberapa koordinasi dengan pihak distributor. Malam ini tadi masih bisa aja. Memang ada keterlambatan satu hari kemarin. Minggu ini masuk,” ujar Fairid. dsn/ded/yml

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *