KOMPLEK MENDAWAI MEMBARA

  • Bagikan
TABENGAN/FERRY WAHYUDI LUDES- Puing-puing bangunan padat penduduk yang terbakar di Jalan Mendawai Induk, Palangka Raya, Minggu (25/7).

*140 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Kebakaran menghanguskan puluhan rumah di Jalan Mendawai Induk, Palangka Raya, Minggu (25/7) sekitar pukul 02.00 WIB. Api meratakan bangunan padat penduduk yang seluruhnya terbuat dari kayu dan beratapkan seng.

Padatnya jarak antar-rumah menyebabkan jago merah dengan cepat menyebar dan melalap bangunan hingga seluas 3.181 meter persegi. Semua rumah di RT 05, RT 07 dan RT 08 di kawasan tersebut ludes terbakar.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden yang menghebohkan masyarakat itu, namun ratusan jiwa harus kehilangan tempat tinggal dan semua harta bendanya.

Maimunah, Ketua RT 07 RW 7, mengatakan, musibah kebakaran ini menyebabkan 140 jiwa kehilangan tempat tinggal. Di antaranya RT 07 sebanyak 20 rumah, 31 KK dan 49 jiwa, RT 08 sebanyak 7 rumah, 10 KK dan 29 jiwa, RT 05 sebanyak 2 rumah, 1 barak 2 pintu, 6 KK dan 12 jiwa.

“Kebakaran tadi pagi (Minggu) sekitar pukul 02.00 WIB, untuk asal api belum tahu, katanya dari salah satu barak di RT 07. Pukul 05.30 WIB api baru bisa benar-benar berhasil dipadamkan,” katanya.

Guna informasi lebih lanjut dan memudahkan koordinasi, pihaknya telah menyediakan Posko Kebakaran di lokasi kejadian. Saat ini seluruh warga yang terdampak kebakaran berharap bantuan dari pemerintah dan dermawan, seperti sembako, baju layak pakai dan popok bayi.

“Sementara warga yang rumahnya terbakar mengungsi di tempat keluarganya. Bantuan sangat diperlukan karena sebagian besar korban tidak bisa menyelamatkan harta bendanya,” ungkap Maimunah.

Di sisi lain, satu warga di kawasan tersebut harus mendapat perawatan medis karena menderita luka bakar saat kebakaran berlangsung. Sapto Hariyanto (59) menderita luka bakar cukup serius di bagian lengan sebelah kanan dan kaki.
Luka bakar diderita pria yang sehari-hari bekerja sebagai pencari barang bekas itu, karena nekat menerobos api untuk menyelamatkan harta benda.

“Saya waktu kejadian tidak di rumah, sedang kerja menguruk pasir di dekat sini. Waktu lihat api segera pulang, api sudah sangat besar di depan rumah,” katanya.
Seakan tak menghiraukan api yang berada di seberang rumahnya, pria yang akrab disapa Abah Arul itu pun bolak-balik memindahkan harta bendanya ke tempat yang lebih aman. Aksi nekat pria itu dihentikan setelah petugas kepolisian menyuruhnya untuk berhenti dan menyelamatkan diri.

“Kalau tidak ada polisi yang menghentikan saya angkat terus saja barang di rumah. Tadi sudah dibawa ke rumah sakit untuk diobati,” akunya.

Hingga saat ini insiden kebakaran tersebut telah ditangani Polresta Palangka Raya. Areal barak yang diduga menjadi lokasi pertama asal api telah dipasang garis polisi untuk memudahkan proses penyelidikan.

Pantauan Tabengan, belasan petugas PLN turut berjibaku di lokasi kebakaran untuk kembali menyalurkan listrik bagi warga. Sejumlah petugas dari Pemko Palangka Raya juga berdatangan mendata korban kebakaran untuk dilakukan penanganan dan pemberian bantuan lebih lanjut. fwa

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *