Korban PT AGPM Menangis di Depan Hakim

  • Bagikan
MINTA KEADILAN - Sejumlah masyarakat yang mengaku telah ditipu oleh PT Adhi Graha Properti Mandiri (AGPM) saat melakukan demo beberapa waktu yang lalu. FOTO/ANTARA

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Direktur PT Adhi Graha Properti Mandiri (AGPM) Arie Respati Dwi Prasetyo selaku terdakwa perkara penipuan dan penggelapan mendengarkan keterangan saksi korban dalam sidang Pengadilan Negeri Palangka Raya, Kamis (22/7).

“Awalnya berulang kali berjanji hendak mengembalikan uang. Tapi setelah bulan September 2020, sudah tidak dapat dihubungi,” kata Kristiani selaku korban.

Merasa ada ketidakberesan dan merugi Rp6,81 miliar, korban akhirnya melanjutkan kasus ini ke proses hukum. Dalam persidangan, Arie membantah keterangan korban dan mengaku hanya mendapat Rp1,2 miliar.

PT AGPM merupakan perusahaan pengembang perumahan dan pusat perbelanjaan. Ratusan orang telah menyerahkan uang muka untuk pembelian rumah atau outlet pusat perbelanjaan. Belakangan, rumah dan pusat perbelanjaan tidak kunjung terbangun dan pemilik tanah membatalkan kerja sama dengan PT AGPM. Ratusan orang berulang kali mendemo perusahaan tersebut menuntut uang mereka dikembalikan, ada pula yang melapor ke pihak berwajib.

Dalam perkara kali ini, Arie terjerat akibat laporan Kristiani. Arie menawarkan outlet, ruko dan perumahan pada mall atau pusat perbelanjaan yang rencananya akan dibangun oleh PT AGPM di Jalan Tjilik Riwut Km 2,5 Palangka Raya dengan nama Mall Palangka Trade Center (PTC) kepada Kristiani dan suaminya Yudi Y Ambeng sekitar Juni 2019.

Arie mengatakan, investor dan pemilik Mall PTC adalah Eric Tohir dengan perusahaan Inti di Jakarta dan pembangunan Mall PTC akan didukung oleh Group BUMN, di antaranya PT Adhi Karya.

Arie  mengatakan, izin pembangunan sudah lengkap, analisis dampak lingkungan sudah hampir terbit, dan material pembangunan telah siap. Karena tertarik, Kristiani secara bertahap melakukan pembayaran uang muka sejumlah outlet antara Rp20 juta hingga Rp750 juta.

Hingga Desember 2019, tidak ada pembangunan karena lahan yang rencananya menjadi lokasi pembangunan Mall PTC tidak jadi dibeli PT AGPM karena ada permasalahan dengan pemilik lahan.

Untuk menghindari Kristiani menarik kembali dana yang telah masuk ke PT AGPM, Arie menawarkan kembali outlet atau ruko yang akan dibangun di Jalan Adonis Samad  Kota Palangka Raya dengan nama Mall Adonis Samad Trade Center (ATC).

Arie mengatakan bahwa tanah di Jalan Tjilik Riwut bermasalah, dan sambil menunggu penyelesaian masalah sebaiknya Kristiani mengambil saja outlet di ATC karena pengerjaannya lebih cepat. Kristiani kembali tertarik membeli beberapa outlet di Mall ATC.

Pada Januari hingga Februari 2020, Kristiani kembali menyerahkan sejumlah uang muka untuk pembelian outlet tersebut. Terdapat beberapa kali pembayaran sebesar Rp127,5 juta hingga Rp250 juta.

Setelah Arie menerima uang muka pembayaran sejumlah outlet atau ruko, ternyata tidak ada pembangunan mall seperti yang dijanjikan. Rupanya Arie tidak mempunyai cukup modal untuk membangun mall atau pusat perbelanjaan.

Perbuatan Arie mengakibatkan Kristiani mengalami kerugian sebesar Rp6,81 miliar. Upaya melakukan penagihan kembali uang Kristiani tidak membuahkan hasil sehingga kasus itu dilaporkan ke polisi. Dalam sidang, Kristiani juga sempat menangis saat menceritakan salah seorang keluarganya jatuh sakit dan akhirnya meninggal karena memikirkan telah mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hulman E Situngkir menyatakan menjerat Arie dengan ancaman pidana dalam Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan. dre

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *