Taty Narang Resmi Pimpin Pulang Pisau

  • Bagikan

PALANGKA RAYA- Kabupaten Pulang Pisau untuk pertama kali memiliki pemimpin perempuan yang akan memerintah sampai tahun 2023. Wakil Bupati Pulang Pisau Pudjirustaty Narang atau yang akrab disapa Taty Narang, secara resmi dilantik sebagai Bupati Pulang Pisau untuk sisa periode 2021-2023, Jumat (16/7).

Pelantikan Taty Narang sebagai Bupati Pulang Pisau, menyusul terpilihnya Edy Pratowo sebagai Wakil Gubernur Kalimantan Tengah. Mengenakan pakaian serba putih, pelantikan Taty Narang berlangsung khidmat dengan diikuti sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalteng dan juga pejabat dari Kabupaten Pulang Pisau.

Pelantikan berlangsung di Aula Jayang Tingang, Kompleks Kantor Gubernur Kalteng, dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Meskipun dihadiri dengan jumlah yang terbatas, pelantikan berjalan lancar. Semua peserta pelantikan wajib menjalani swab sebelum masuk lokasi pelantikan. Mengingat dalam kondisi PPKM, peserta yang hadir dalam pelantikan hanya berjumlah 25 orang.

Politisi PDI Perjuangan ini akan melanjutkan sisa masa jabatan yang ditinggalkan Edy Pratowo. Taty Narang tidak menyangka menduduki jabatan orang nomor satu di Kabupaten Pulang Pisau. Dia menjadi orang kedua, perempuan yang menduduki jabatan kepala daerah, bersama dengan Bupati Kotawaringin Barat.

Hadir menyaksikan prosesi pelantikan di antaranya Wakil Gubernur Kalteng H Edy Pratowo, Ketua DPRD Kalteng Wiyatno, Ketua DPRD Pulang Pisau H Ahmaf Rifai, unsur Forkopimda dan pihak terkait lainnya. Sejumlah pesan disampaikan untuk Taty Narang dalam memimpin Kabupaten Pulang Pisau selama sisa masa jabatan.

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran menyampaikan, sejumlah pesan dan harapan kepada bupati yang baru dilantik dalam memimpin Kabupaten Pulang Pisau. Awal pesan berkaitan dengan penanganan Covid-19 di Pulang Pisau. Angka penyebaran di Pulang Pisau diharapkan dapat terus ditekan, dalam upaya mendukung menekan angka penyebaran di tingkat provinsi.

Gubernur minta Taty Narang mengimplementasikan dan melanjutkan apa yang menjadi visi dan misi yang telah ditetapkan sebelumnya, dengan menyajikannya dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Tetap menyelaraskan program, kegiatan dan kebijakan daerah dengan visi dan misi Pemprov Kalteng serta pemerintah pusat.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, kata Sugianto, pastikan ketersediaan bahan pokok, untuk mengupayakan pemulihan ekonomi dengan menjaga daya beli masyarakat, dan pemberian bantuan sosial terhadap masyarakat yang terdampak sosial ekonominya akibat pembatasan skala mikro.

“Koordinasi lintas sektoral untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Harapan besar, tahun ini kemarau lebih basah, sehingga karhutla dapat dicegah dengan sebaik mungkin,” kata Sugianto, dalam sambutannya usai pelantikan. ded

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *