Kapolresta: Arus Bundaran Dibuka Jam Tertentu

  • Bagikan
MENGURAI KEPADATAN - Buka dan tutup arus Bundaran Besar pada pukul 06.00-08.00 WIB dan 14.00-16.00 WIB TABENGAN/YULIANUS

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Penutupan jalan dan pengalihan arus menuju Bundaran Besar Palangka Raya dipastikan masih berlangsung selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Diperketat berjalan. Arus menuju Bundaran Besar akan dibuka pada jam tertentu.

Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri mengatakan, pembukaan arus di Bundaran Besar disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Seperti ketika masyarakat melakukan aktivitas berkantor dan bekerja, arus Bundaran Besar akan dibuka pada pukul 06.00-08.00 WIB dan 14.00-16.00 WIB.

“Selain pada jam tersebut, penutupan arus akan kembali dilakukan. Kita juga masih memfasilitasi warga yang hendak berolahraga di Bundaran Besar. Kita hanya membatasi warga yang melakukan kegiatan tidak semestinya,” ucapnya, Kamis (15/7).

Penutupan arus di Bundaran Besar masih menjadi fokus utama dalam meminimalisir penyebaran Covid-19. Dari Analisis dan evaluasi sudah 70 persen dari 735 RT yang ada di Kota Palangka Raya masuk dalam zona kuning penyebaran Covid-19. Penyebaran banyak didominasi transmisi keluarga yakni klaster perkumpulan.

“Zona hijau itu masih ada di Kecamatan Rakumpit dan Bukit Batu, sedangkan zona hijau menyebar secara merata di Kecamatan Jekan Raya dan Pahandut. Penutupan arus ke Bundaran Besar mengandung maksud membatasi pergerakan masyarakat, yakni mengurai mobilitas sesuai dengan penerapan 5M,” ujarnya.

Jaladri mengungkapkan, pokok permasalahan sebenarnya berada di dalam Kota Palangka Raya, bukan warga yang masuk ke dalam Kalteng. Karena warga yang hendak masuk ke Kalteng melalui jalur udara dan darat telah ada tim penyekatan khusus, sehingga Polresta Palangka Raya fokus pada penyekatan arus jalan di dalam kota.

“Tidak menutup kemungkinan jika hasil analisa dan evaluasi selama PPKM Diperketat terjadi peningkatan di suatu wilayah, maka pada ruas-ruas jalan tertentu akan turut disekat untuk mengurangi mobilitas masyarakat,” tegasnya.

Untuk itu, diperlukan peran serta aktif ketua RT setempat dalam melakukan pelaporan dan monitoring terhadap warganya. Apabila di salah satu RT terdapat 1-2 rumah terpapar masuk ke zona kuning, 3-5 rumah terpapar masuk ke zona oranye dan 5 rumah ke atas terpapar maka masuk ke dalam zona merah.

“Apabila sudah menemukan kasus tersebut, ketua RT harus segera melapor ke Satgas PPKM agar dilakukan penyemprotan dan penyekatan supaya orang luar tidak masuk ke lingkungan tersebut,” jelas Kapolresta. fwa

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *