Direktur PT Adhi Graha Mulai Diadili

  • Whatsapp
palu
Ilustrasi
iklan atas

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Direktur PT Adhi Graha Properti Mandiri (AGPM) Arie Respati Dwi Prasetyo menjalani sidang perdana sebagai  terdakwa perkara penipuan dan penggelapan dalam sidang Pengadilan Negeri (PN) Palangka Raya, Kamis (15/7/2021).

“Tadi acara pembacaan dakwaan. Minggu depan pemeriksaan saksi,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hulman E Situngkir.

Dalam persidangan terdakwa maju sendiri tanpa didampingi Penasihat Hukum dan tidak mengajukan eksepsi atau sanggahan terhadap surat dakwaan. Ketua PN Palangka Raya Paskatu Hardinata sekaligus menjadi Hakim Ketua Majelis dalam perkara yang menghebohkan Kota Palangka Raya itu.

PT AGPM berulang kali didemonstrasi oleh ratusan orang yang menuntut pengembalian uang muka pembelian rumah atau outlet mall yang dibangun perusahaan tersebut. Dalam perkara kali ini Arie terjerat akibat salah satu laporan warga. Pada surat dakwaan, Arie menawarkan outlet, ruko dan perumahan pada mal atau pusat perbelanjaan yang rencananya akan dibangun oleh PT AGPM di Jalan Tjilik Riwut Km 2,5 Palangka Raya dengan nama Mall Palangka Trade Center (PTC) kepada Kristiani Binti Lingsuripto dan suaminya Yudi Y Ambeng sekitar bulan Juni 2019.

Arie mengatakan bahwa investor dan pemilik Mall PTC adalah Eric Tohir dengan perusahaan inti di Jakarta dan pembangunan Mall PTC akan didukung oleh Group BUMN di antaranya PT Adhi Karya.

Arie  mengatakan bahwa izin pembangunannya sudah lengkap, analisa dampak lingkungan sudah hampir terbit, dan material pembangunan telah siap. Karena tertarik, Kristiani secara bertahap melakukan pembayaran uang muka sejumlah outlet antara Rp20 juta hingga Rp750 juta.

Hingga Desember 2019, tidak ada pembangunan karena lahan yang rencananya menjadi lokasi pembangunan Mall PTC tidak jadi dibeli PT AGPM karena ada permasalahan dengan pemilik lahan.

Untuk menghindari Kristiani menarik kembali dana yang telah masuk ke PT AGPM, Arie menawarkan kembali outlet atau ruko yang akan dibagun di Jalan Adonis Samad  Kota Palangka Raya dengan nama Mal Adonis Samad Trade Center (ATC).

Arie mengatakan bahwa tanah di Jalan Tjilik Riwut bermasalah, dan sambil menunggu penyelesaian masalah sebaiknya Kristiani mengambil saja outlet di ATC karena pengerjaannya lebih cepat. Kristiani kembali tertarik membeli beberapa outlet di Mall ATC. Pada bulan Januari hingga Februari 2020,  Kristiani kembali menyerahkan sejumlah uang muka untuk pembelian outlet tersebut. Terdapat beberapa kali pembayaran antara Rp127,5 juta hingga Rp250 juta.

Setelah Arie menerima uang muka pembayaran sejumlah outlet atau ruko, ternyata tidak ada pembangunan mall seperti yang dijanjikan. Rupanya Arie tidak mempunyai cukup modal untuk membagun mall atau pusat perbelanjaan.

Perbuatan Arie mengakibatkan Kristiani mengalami kerugian sebesar Rp6,81 miliar. Upaya melakukan penagihan kembali uang Kristiani tidak membuahkan hasil sehingga kasus itu dilaporkan ke Polisi. Arie akhirnya terjerat ancaman pidana dalam Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan. dre

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas