CBR vs Agya di Kampuri

  • Bagikan
LAKALANTAS – Tampak kendaraan Honda CBR150 yang dikemudikan Sepraim Hermanto (MD), rusak berat akibat Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) di Kampuri (INZET – Agya Rusak Berat yang dikemudikan Lendry Astuhak)ISTIMEWA
  • Sepraim Hermanto Meregang Nyawa

KUALA KURUN – Sungguh naas nasib Sepraim Hermanto (30). Warga RT 001/RW 001 Kelurahan Kampuri, Kecamatan Mihing Raya, Kabupaten Gunung Mas itu, meregang nyawa akibat kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) yang dialaminya di ruas Kuala Kurun – Palangka Raya, Selasa (13/7) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Kendaraan Honda CBR150 yang ditumpanginya bersama Novia (27) dan Zoita (4) (bonceng tiga), bertabrakan dengan Mobil jenis Agya berwarna merah yang melintas menuju Kuala Kurun dari Palangka Raya. Dalam kecelakaan maut itu, Novia dan Zoita mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan di Puskesmas Kampuri.

LAKALANTAS – Tampak kendaraan Honda CBR150 yang dikemudikan Sepraim Hermanto (MD), rusak berat akibat Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) di Kampuri (INZET – Agya Rusak Berat yang dikemudikan Lendry Astuhak)ISTIMEWA

Sepraim yang mengemudikan kendaraan tersebut, dinyatakan Meninggal Dunia (MD) ketika tengah mendapatkan perawatan medis. Menurut Kapolres Gumas AKBP Rudi Asriman melalui Kasat Lantas Polres Gumas Iptu Bayu Caesaria, membenarkan adanya kejadian tersebut.

Dirinya menuturkan kronologis kejadian, Mobil Agya yang dikemudikan Lendry Astuhak bersama penumpangnya Kedik, tengah berkendara dari arah Kuala Kurun menuju Palangka Raya. Ketika melintasi wilayah Kampuri, mendadak muncul motor CBR150 secara tiba-tiba dari arah berlawanan.

Akibat kendaraan bermotor diduga masuk jalur mobil serta jarak yang sudah terlalu dekat, ditambah kondisi pada malam hari, kecelakaan tidak bisa dihindari. Dalam sekejap, Mobil Agya tersebut menghantam langsung motor yang melaju dari arah berlawanan. “Ketika dibawa ke Puskesmas setempat dan mendapat perawatan medis, hanya Sepraim yang tidak tertolong,” jelasnya.

Polisi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengamankan Barang Bukti (BB), hingga memeriksa saksi-saksi. Dari pelaksanaan di lapangan, untuk faktor utama penyebab kecelakaan dikarenakan pengendara dan pengemudi kurang berhati-hati.  Kondisi jalan beraspal dengan tikungan serta lurus ditambah rambu tidak ada serta kejadian terjadi pada malam hari.  drn

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *