Pesta Perak Imamat Pastor Silvanus Subandi Dirayakan Umat Katolik di Muara Teweh

  • Bagikan
PESTA PERAK - Pastor Subandi Silvanus didampingi Uskup Keuskupan Palangka Raya, Mgr Aloysius M Sutrinaatmaka MSF, Wabub Barito Utara Sugianto Panala Putra dan Pastor Paroki Muara Teweh Pastor Yustinus Wantung, Pr ketika tiup lilin pada perayaan pesta 25 tahun Imamat, Rabu (14/7/2021). ISTIMEWA

MUARA TEWEH – Umat Katolik Paroki Santa Maria De La Salette, Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, menggelar Ekaristi syukur 25 tahun Imamat Pastor Silvanus Subandi Pr, di Muara Teweh, Rabu (14/7/2021).

25 tahun lalu, Pastor Bandi, panggilan akrabnya, seorang putera asli Desa Pepas, Kecamatan Montallat, Kabupaten Barito Utara ditahbiskan menjadi Imam oleh Mgr FX Prajasuta MSF. Saat itu, tahbisan dilaksanakan di arena terbuka Tiara Batara tanggal 14 Juli 1996.

Dia menjadi putera asli Barito Utara yang pertama menjadi pastor sekaligus pastor pertama yang ditahbiskan di Muara Teweh.

Perayaan Ekaristi syukur 25 tahun Pastor Bandi ini dipimpin Uskup Palangka Raya Mgr Aloysius M Sutrisnaatmaka MSF. Serta dihadiri para pastor dari seluruh paroki di bawah Keuskupan Palangka Raya dan umat dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Dalam homili, Uskup Aloysius menekankan bahwa seorang imam merupakan alat dan instrumen pewartaan Kristus.

Uskup mengutip bacaan dari Kitab Yesaya “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku “Ini aku, utuslah aku!”.

Kutipan tersebut seiring dengan tema perayaan syukur yang dipilih Pastor Subandi “Aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanMu” (Lukas 2: 38). Tema ini merupakan inspirasi dasar sejak tahbisan Imamat 25 tahun lalu sekaligus motto hidupnya.

Wakil Bupati Barito Utara Sugianto Panala Putra hadir di Gereja Santa Maria De La Salette. Wabup membacakan sambutan Bupati Barito Utara Nadalsyah.

Bupati Barito Utara mengatakan, perayaan Ekaristi kepada Pastor Subandi merupakan penghargaan atas keikhlasan, dedikasi, dan pengabdian selama 25 tahun menjadi pastor pertama dari kalangan putera asli Dayak Dusun.

“Bangsa kita majemuk. Tak ada cara lain menghadapi kemajemukan tersebut, kecuali dengan membangun kebersamaan, saling menghormati, menghargai dengan penuh rasa syukur atas keragaman sebagai anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa”, ujar Nadalsyah.

Bupati mengajak umat Katolik sebagai bagian dari warga Barito Utara menjadi mitra Pemkab Barito Utara, guna terciptanya visi pembangunan Barito Utara “Terwujudnya percepatan pembangunan di berbagai bidang serta peningkatan ekonomi masyarakat secara berkeadilan menuju Kabupaten Barito Utara yang lestari dan sejahtera”.

Ketua Panitia Pelaksana, Sastra Jaya dalam laporan panitia mengatakan, di Kabupaten Barito Utara ada tiga paroki Gereja Katolik yaitu Paroki Santa Maria De La Salette Muara Teweh, Paroki Snt Petrus Kanisius Kandui dan Paroki Snt Monfort Pir Butong.

“Ini kami laporkan Pak Wabub, bahwa di Barut ada 3 paroki Gereja Katolik. Rencananya juga akan di tambah satu paroki lagi di Benangin,” ujar Sastra Jaya yang juga Wakil Ketua DPRD Barut dihadapan Uskup Palangka Raya dan Wakil Bupati Barut).mel

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *