Vaksinasi di SMKN I Abaikan Prokes

  • Bagikan
LANGGAR PROKES - Tampak pelaksanaan vaksin di SMKN-1 menimbulkan kerumunan massa pada Senin (12/7). dr Suyuti Syamsul dan dr dr Tagor Sibarani. ISTIMEWA

Dinkes: Vaksinasi Dievaluasi, Pendaftaran Sistem Online

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM –  – Ketua BPBD Provinsi  Kalteng, Erlin Hardi menyesalkan terjadinya kerumunan pada saat pelaksanaan vaksinasi di lokasi SMKN 1 Palangka Raya, Senin (12/7) pagi. Disisi lain, tidak dapat dipungkiri antusias dan kesadaran masyarakat Palangka Raya perlu diacungi jempol.

LANGGAR PROKES – Tampak pelaksanaan vaksin di SMKN-1 menimbulkan kerumunan massa pada Senin (12/7).ISTIMEWA

Namun demikian, Erlin berpendapat seharusnya dalam pelaksanaan vaksin tidak boleh terjadi penumpukan massa.

“Tidak boleh seharusnya  bergerombol, berkerumun begitu. Masyarakat juga perlu sadar, kita mengerti masyarakat antusias untuk divaksin tapi jangan lupa taati protokol kesehatan,” tegasnya, saat dikonfirmasi Tabengan, Senin sore melalui pesan whatsapp.

Dikatakannya pula,  dari sisi pelaksana juga tentunya bisa membatasi dan mengatur masyarakat jangan sampai kegiatan vaksinasi malah melanggar Prokes.

Erlin berharap, kejadian seperti halnya vaksinasi di SMKN I Palangka Raya tidak terulang lagi. Oleh karena itu pengaturan dan imbauan ke masyarakat yang mau divaksin agar tegas disosialisasikan dan masyarakat  tetap dapat mematuhi protokol kesehatan.

“Tentunya masyarakat yang mau divaksin agar tetap mematuhi protokol kesehatan pointnya itu,” tandasnya. dsn

Akan Dievaluasi

Kegiatan vaksinasi yang dilakukan pemerintah di sejumlah lokasi di Palangka Raya, menjadi sasaran serbuan masyarakat yang antusias mendapatkan vaksin. Akibatnya, sering terjadi kerumunan karena masyarakat berdesak-desakan ingin divaksin.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dr Suyuti Syamsul MPPM menyampaikan, antusiasme masyarakat terhadap vaksinasi sangat tinggi. Setiap lokasi vaksinasi selalu diserbu, akibatnya terjadi kerumunan. Rencananya akan ada evaluasi sistem pemberian vaksinasi kepada masyarakat.

“Saya sudah minta agar berikutnya semua pelaksanaan menggunakan pendaftaran online dan yang tidak mendaftar online tidak dilayani,” kata Suyuti, Senin.

Contohnya vaksinasi yang dilakukan di SMKN 1 Palangka Raya, Senin sekitar pukul 06.06 WIB, terjadi desak-desakan masyarakat karena mau masuk ruangan, sedangkan TNI, Polri dan Satpol PP tidak ada. Hanya ada Satpam sekolah. Namun, situasi kembali kondusif beberapa waktu kemudian.

 “Semua pihak harus sabar terkait ketersediaan vaksin. Sambil menunggu vaksin tersedia, saya mengajak kita bersama-sama menjaga ketertiban dan protokol kesehatan pada setiap kesempatan, termasuk vaksinasi. Jumlah petugas sangat terbatas untuk bisa menertibkan setiap saat dan menjaga setiap sudut,” kata Suyuti.

Sementara itu, Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) dr Tagor Sibarani juga menyayangkan terjadinya penumpukan massa ini.

Menurutnya,  ini sebenarnya seperti solusi tapi mengundang masalah baru.

“Varian delta ini lebih cepat penularan, tapi program mengumpulkan massa sebenarnya dalam maksud baik. Seyogianya ada pertimbangan program vaksinasi berbasis PPKM dan lokasi, dengan mengoptimalkan PIS-PK,” dr Tagor.

Capaian Vaksinasi, lanjut dr Tagor, bukanlah seperti vaksin polio tetapi capaian jumlah yang tidak dikejar dengan waktu yang harus bersamaan sehingga tercipta herd immunity.

Masyarakat Serbu Lokasi Vaksin 

Sebelumnya, sejumlah warga mengaku kecewa sudah lama antre namun pas giliran vaksinnya dikatakan sudah habis.

“Saran kami dari masyarakat, kiranya pemerintah merubah sistem yang dipakai saat ini. Pendaftaran itu harusnya jangan di tempat, tapi bisa sehari atau dua hari sebelumnya agar sesuai jumlah masyakat yang mendaftar dan kuota yang ada,” kata Arifin yang mengaku datang ke SMKN1 sejak pukul 03.30 WIB pagi.

Selain itu, lanjut dia,  jumlah kedatangan/kehadiran orang yang akan divaksin juga dapat diatur. Misalnya jam 6-7 itu untuk 150 orang begitu juga seterusnya jadi tidak ada penumpukan dan tim medis tidak kewalahan, sarannya. yml/dsn

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *