Jual Kendaraan Fiktif di Medsos, Pecatan Polisi Jadi Terdakwa Kasus ITE

  • Bagikan
Terdakwa penipuan Haris Simon menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Palangka Raya, Senin (12/7/2021). ANDRE

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Pecatan anggota Polri, Haris Simon yang menjadi terdakwa akibat melakukan penipuan melalui media sosial menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Palangka Raya, Senin (12/7/2021).

Sebelum perkara kali ini, Haris sudah 3 kali menjalani vonis dalam 3 perkara penipuan berbeda pada tahun 2016 dan 2019. Pada perkara terakhir, Haris membuat akun media sosial Facebook dengan nama akun julian riz. Pada 4 Februari 2021, Haris membuat postingan dalam grup Facebook Jual Beli Palangka Raya.

Dalam postingannya, Haris   menyertakan gambar 1 unit sepeda motor yang dia ambil dari internet dan memberi deskripsi ‘jual honda beat thn 2015 ss stnk harga 4 jt.. kondisi motor bening, kelistrikan lancer n siap pakai’.

Dia memperoleh banyak pesan di aplikasi Messenger dari pengguna Facebook yang berminat untuk membeli sepeda motor itu dan salah satunya dikirim oleh Rogha Yudha Putra.

Dalam komunikasi WhatsApp antara Haris dan saksi Rogha Yudha Putra disepakati harga motor sebesar Rp3,5 juta. Pada Senin (5/4) malam, Rogha bersama istrinya yakni Linda Habsari menemui Haris di Jalan Murjani Gang Bunga Kota Palangka Raya.

Haris datang bersama Ali namun tidak membawa kendaraan yang hendak dijual dengan alasan masih digadaikan kepada bandar narkoba dan harus ditebus dengan uang sebesar Rp1,2 juta. Haris meminta kepada Rogha untuk pembayaran uang muka dengan janji akan langsung menyerahkan kendaraan sekaligus menyelesaikan sisa pembayaran.

Rogha meminta Linda menyerahkan uang sebesar Rp1,2 juta, sesuai permintaan Haris diserahkan kepada Ali. Setelah menerima uang, Haris mengajak Rogha dan Ali untuk masuk ke Jalan Gang Bunga Kota Palangka Raya dengan cara berbonceng tiga.

Namun, di tengah jalan Haris menyuruh Rogha  turun dari kendaraan serta disuruh menunggu. Alasannya Haris dan Ali hendak menebus kendaraan. Rogha mulai curiga dan menolak ditinggalkan. Haris kemudian menyerahkan jaminan berupa cincin berwarna emas kepada Rogha.

Dia meyakinkan Rogha dengan mengatakan cincin tersebut adalah cincin pernikahan sehingga dia pasti akan kembali untuk mengambilnya. Mendengar hal tersebut Rogha bersedia ditinggalkan dengan jaminan cincin Haris. Belakangan diketahui bahwa cincin tersebut palsu atau bukan dari emas. Rupanya Haris dan Ali bukan menebus kendaraan, melainkan kabur lalu membagi uang milik Rogha.

Akhirnya Rogha menyadari telah menjadi korban kejahatan sehingga melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Petugas dari Polda Kalteng berhasil menangkap Haris di Jalan Darung Bawan II Km 11 Kelurahan Anjit Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, Selasa (13/4). Ali lolos dari penangkapan dan hingga kini masih buron.

Dalam proses hukum, Haris terjerat Pasal 45A ayat (1) Jo Pasal 28 ayat (1) UU No 19/2016 perubahan atas UU No 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Pasal 378 KUHP jo Pasal 486 KUHP. dre

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *