Sosok Pribadi Sempurna dr Rian Tangkudung, Selamat Jalan Senior…

  • Bagikan
SELAMAT JALAN - Ibadah Pelepasan yang dilaksanakan di Gereja GPIB Eben Haeser Palangka Raya, Minggu (11/7) siang. ISTIMEWA

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Kabar meninggalnya dokter Rian Tangkudung, Sabtu (10/7) malam, mengejutkan banyak pihak, termasuk rekan sejawatnya. Salah satunya, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) dokter Mikko Uriamapas Ludjen. Almarhum sebagai penasihat organisasi tersebut. Bagi Mikko, almarhum dikenal sebagai seorang dokter yang penuh perhatian.

“Khususnya kepada kami sebagai adik-adiknya, menjadi teladan, semangat bekerja, banyak membuat perubahan dan bantuan untuk kami sebagai adik beliau. Sangat-sangat  kehilangan tokoh IDI senior, mudahan kami dapat mengikuti budi baik beliau. Harapannya semoga kami dokter Indonesia sebagai garda terdepan bisa melaksanakan tugas sebaik-baiknya dan tetap semangat  seperti yang sudah almarhum lakukan,” kata Mikko.

Sekretaris IDI Wilayah Kalteng dokter Tagor Sibarani menambahkan, sangat kehilangan atas meninggalnya dokter Rian. Bagi dia, almarhum merupakan dokter yang cukup senior dan penuh perhatian tanpa memandang status. Pemikir penuh inovasi, kreasi dan karya.

“Jujur, kaget luar biasa. Tak sadar air mata berurai dan tanpa sadar suara berteriak, Kak Riannnnn… Beliau senior yang sangat perhatian. Yang menghargai pribadi tanpa melihat status jabatan, ekonomi, suku dan agama. Saya pernah menyebutnya ‘sosok pribadi sempurna’. Pesan dari almarhum yang selalu saya ingat, yakni berkarya tanpa batas,” kata Tagor.

Sebelum meninggal, Tagor masih sempat berkomunikasi pada pukul 15.45 WIB hari itu, menyampaikan data jumlah kematian dokter akibat Covid-19. Saat itu,  menyampaikan doa, semangat dan saling mengingatkan supaya tetap jaga kesehatan dan keselamatan diri.  Namun, pada pukul 20.52 WIB menerima kabar bahwa almarhum sudah meninggal dunia.

Sementara itu, dokter Abram Sidi Winasis juga merasa kehilangan seorang mentor bagi dirinya. Almarhum bersama istrinya merupakan panutan baik dalam pekerjaan maupun berkeluarga. Almarhum mengajarkan banyak hal tentang profesi dokter dan tanggung jawabnya sebagai seorang pejabat fungsional dan struktural.

“Almarhum adalah sosok pimpinan, senior dan rekan sejawat yang mengajarkan banyak hal. Semenjak saya masih bertugas di Puskesmas sampai sekarang bertugas di RSUD Kota Palangka Raya, masih bertukar pikiran tentang banyak hal. Beliau adalah sosok pimpinan yang sangat perhatian dengan bawahan dan juniornya,” imbuh Direktur RSUD Kota Palangka Raya ini.

Selama ini, di tengah kesibukannya sebagai pejabat di Pemprov Kalteng, Abram mengatakan almarhum masih sangat perhatian dengan dirinya yang bertugas di Pemko Palangka Raya. Terbukti masih sering menyempatkan diri menelepon, walaupun hanya menanyakan kabar, almarhum orangnya sangat rendah hati dan tak segan langsung turun ke lapangan untuk memberikan motivasi.

“Kami merasakan sangat kehilangan dengan kepergiannya yang secara mendadak. Selamat jalan dokter Rian, selamat jalan pimpinan, mentor, dan rekan sejawat yang selalu menjadi panutan kami. Terima kasih untuk segala hal yang pernah diajarkan. Namamu akan selalu ada di hati kami semua. Tenanglah bersama Bapa di Sorga… Amen,” kata Abram. yml

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *