63 Nakes Positif, RSSI Pangkalan Bun Nyaris Lumpuh 

  • Bagikan
ISOLASI- Ruang Isolasi pasien positif Covid-19 di RSSI Pangkalan Bun. TABENGAN/YULIANTINI

PANGKALAN BUN/TABENGAN.COM– Sebanyak 45 tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Sultan Imanuddin (RSSI) Pangkalan Bun terkonfirmasi Covid-19. Saat ini pasien terkonfirmasi pun membeludak, RSSI kewalahan dan pelayanan kesehatan nyaris lumpuh.

Direktur RSSI Pangkalan Bun dr Fahruddin menjelaskan, 45 Nakes yang dinyatakan terpapar Covid-19 saat ini tengah menjalani karantina. Terpaparnya para Nakes bukan karena tidak disiplin protokol kesehatan, melainkan kelelahan akibat pasien Covid-19 terus meningkat.

“Dalam menjalankan tugasnya, SOP yang diterapkan sesuai prosedur protokol kesehatan. Kini sebanyak 45 orang nakes menjalani karantina. Mereka kelelahan saat menjalani tugas, karena saat ini pasien terkonfirmasi Covid-19 di rumah sakit meningkat,”  kata Fachruddin kepada Tabengan, Jumat (9/7).

Menurut Fachruddin, jika jumlah nakes yang terpapar Covid-19 terus bertambah, maka pelayanan di RSSI akan lumpuh. Kondisi ini menjadi pertimbangan bagi masyarakat yang saat ini masih tidak percaya dengan adanya virus Corona.

“Penularan virus Corona di Kobar sangat mengkhawatirkan. Saat ini saja jumlah pasien positif Covid-19 yang menjalani perawatan di RSSI sebanyak 147 orang. Ruang isolasi kami sudah tidak bisa menampung, untuk sementara menggunakan ruang Instalasi Gawat Darurat. Untuk itu, kami pun mendesak kepada pemerintah daerah segera membuka perluasan ruang isolasi dan minta disiapkan nakes,” ujar Fahruddin yang akrab dipanggil Onding.

Disebutkan, angka kematian pasien Covid-19 di Kobar pun terus bertambah. Hampir tiap hari ada penambahan pasien positif Covid-19 meninggal dunia. Saat ini angka kematian pasien Covid-19 di Kobar mencapai 110 orang atau 2,3 persen. Angka ini mendekati angka kematian pasien Covid-19 dunia.

Fahruddin menambahkan, untuk pelayanan Covid-19 di RSSI Pangkalan Bun, baik jumlah SDM, sarana dan prasarana pelayanan Covid-19 RSSI terdiri dari  dokter spesialis 31 orang,  dokter IGD 14 orang, perawat 101 orang dan bidan 22 orang.

18 Nakes RSUD Doris Positif

Direktur RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya drg Yayu Indriati Sp.KGA

Nakes yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Doris Sylvanus Palangka Raya juga tak luput dari keganasan virus Corona. Mereka yang terpapar ini semuanya sudah menjalani vaksinasi sebelumnya, begitu juga dengan pasien umum yang dirawat di ruang isolasi, sebagian besar sudah divaksinasi.

Direktur RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya drg Yayu Indriati Sp.KGA menyampaikan, dalam kurun waktu satu minggu ini tercatat 18 orang nakes yang terpapar Covid-19. Dari hasil penelusuran, mereka tertularnya di luar rumah sakit karena rekan kerjanya dalam satu ruangan tidak terkonfirmasi positif.

“Sampai dengan Kamis malam itu yang mondok sejak satu minggu ini baru 3 orang. Tapi dari 3 itu, kami lacak, kenanya bukan dari rumah sakit, ada yang dari luar kota, dari keluarganya, dan yang 1 lagi masih anak muda jadi ke mana-mana. Di rumah sakit kami terapkan prokes ketat, tapi kalau sudah di luar kan tidak bisa lagi kami kontrol, makanya mereka dapatnya juga dari luar,” kata Yayu, Jumat (9/7).

Nakes yang terpapar ini ada yang bertugas di ruang isolasi, petugas administrasi, rekam medik, keuangan, Satpam, perawat, dokter, bidan. Selain itu, ada juga cleaning service, sehingga tidak kerja dalam satu tempat. Kendati ada nakes yang terpapar, Yayu menegaskan tidak sampai mengganggu pelayanan terhadap pasien.

Sementara itu, ruang perawatan pasien covid-19 sudah terisi penuh 100 persen. Begitu juga dengan ruang High Care Unit (HCU) dan Intensive Care Unit (ICU) sudah terisi penuh bahkan 25 rujukan ke RS Doris tujuannya ke ICU dan HCU sementara ini tidak diterima.

Sejumlah ruangan yang selama ini tidak terpakai dan rusak, sudah direhab sebagai antisipasi lonjakan pasien covid-19 karena keterisian tempat tidur di rumah sakit juga sudah penuh. Yayu berharap kerja sama semua pihak untuk dapat menurunkan kasus penularan virus corona.

“Kalau hitungannya itu bisa sampai 20 tempat tidur, ini sudah penuh banget, tapi belum ada tempat tidurnya. Masih tersebar di mana-mana kami tarik kalau ada pasiennya, itu untuk antisipasi nakes. Perlu disiapkan, mudah-mudahan terkendali kasus di Palangka Raya 2 minggu ke depan, maka ruangan itu kami bukanya seperti ruang biasa,” imbuh Yayu.

Data terbaru BOR di rumah sakit juga sudah terisi 100 persen, hanya punya bayi yang kosong. Isolasi juga penuh. Bahkan, Kamis malam sampai ada yang lama di selasar sambil menunggu hasil laboratorium, begitu ada yang sembuh dan keluar baru digantikan dengan yang baru.

“Kadang-kadang ada pasien yang juga awal-awal masuk ke rumah sakit kondisinya bagus, bukan dicurigai Covid, tapi makin lama makin ada perburukan ke gejala Covid, kadang-kadang keteledoran kami di situ,” pungkas Yayu. c-uli/yml

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *