Satgas Tegur 6 Rumah Makan

  • Bagikan
TEGUR- Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya menegur sekaligus menyosialisasikan penerapan jam operasional sesuai edaran Gubernur Kalteng dan Wali Kota Palangka Raya, Kamis (8/7) malam.ISTIMEWA

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya bersama jajaran TNI/Polri dan Pemerintah Provinsi Kalteng terus menggiatkan sosialisasi dan pengawasan terhadap penerapan PPKM Mikro sesuai Instruksi Gubernur Kalteng Nomor 180.17/2021, Surat Edaran Gubernur Kalteng Nomor 443.1, Surat Edaran Wali Kota Palangka Raya Nomor 368/2021, serta Perwali Nomor 26/2020.


TEGUR- Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya menegur sekaligus menyosialisasikan penerapan jam operasional sesuai edaran Gubernur Kalteng dan Wali Kota Palangka Raya, Kamis (8/7) malam.ISTIMEWA

Salah satu poin yang menjadi perhatian utama tim Satgas adalah kepatuhan pelaku usaha dalam menerapkan jam operasional yang diizinkan hanya sampai pukul 20.00 WIB, serta ketaatan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan 3 M.

Dipimpin Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri, tim bergerak melakukan operasi yustisi tepat pukul 19.30 WIB, Kamis (8/7) malam. Kegiatan mengambil rute Jalan Patimura-Yos Sudarso-G Obos VII-G Obos Induk-Sisingamangaraja-RTA Milono-C Bangas- Lambung Mangkurat.

Tim yang dibagi dalam 2 regu, langsung memberikan sosialisasi kepada para pelaku usaha agar bisa tutup tepat waktu, guna menghindari adanya pelanggaran prokes di tengah meningkatnya angka sebaran Covid-19 di Kota Palangka Raya. Hasilnya, 6 rumah makan terpaksa harus diberikan sanksi berupa teguran tertulis karena melanggar jam operasional dan melayani pembeli di tempat hingga melewati pukul 20.00 WIB.

Ketua Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya Emi Abriyani mengatakan, sejauh ini belum ditemukannya pelanggaran pada Instruksi Gubernur maupun Edaran Wali Kota, khususnya tempat usaha yang diberikan sanksi tegas sebagaimana tertuang dalam Perwali 26/2020.

“Pelaku usaha belum ada yang ditindak tegas hingga menerima denda administrasi. Pengusaha kecil masih diberikan toleransi oleh wali kota sebagaimana tertulis dalam edaran. Kini diharapkan masyarakat bisa tetap berpartisipasi ikuti aturan demi menekan angka sebaran yang melonjak saat ini,” katanya.

Emi Abriyani, Ketua Harian Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya

Tamu Hotel Wajib Vaksin

Emi menambahkan, dalam salah satu poin Surat Edaran Wali Kota Palangka Raya Nomor 368/2021 tentang Penguatan PPKM Mikro, disebutkan bahwa pelaku perjalanan orang masuk wilayah Kota Palangka Raya yang menginap di hotel/penginapan/wisma/fasilitas sejenis lainnya, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes swab-PCR atau rapid test antigen maksimal 3×24 jam, dan sertifikat vaksinasi Covid-19 sebelum check-in sebagai syarat menginap.

Sebab itu, Emi meminta kepada seluruh pelaku usaha di bidang jasa perhotelan dan penginapan untuk bisa mengimplementasikan aturan tersebut selama masa pengetatan PPKM Mikro 8-20 Juli 2021.

“Kami khawatirnya ada penduduk dari wilayah zona sebaran Covid-19 lainnya yang datang ke sini, membawa virus di dalam tubuhnya. Jadi kami meminta pihak hotel mengecek tamunya, apabila tamu dari luar kota, biasanya tamu acara, wajib swab PCR dan antigen,” jelasnya.

Meski sanksi bagi hotel dan penginapan yang tetap menerima tamu tanpa menerapkan aturan tersebut belum ada, tapi Satgas akan sewaktu-waktu melakukan operasi yustisi dan melakukan rapid test antigen di tempat bagi tamu yang tak membawa surat hasil antigennya.

“Bahkan, beberapa waktu lalu, ada tamu salah satu hotel yang tidak membawa surat negatif, langsung kami arahkan untuk kembali ke kota asal dan mereka segera check-out malam itu juga,” ujar Emi. rgb

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *